Ayah Almarhum Eko Jenguk Iwan Adranacus di Rutan Surakarta

SOLO, KRJOGJA.com – Suharto, ayah almarhum Eko Prasetio, korban tabrakan maut di samping Mapolresta Solo pada 22 Agustus lalu, Senin (3/12/2018) menjenguk Iwan Adranacus di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Surakarta. Kedatangan Suharto ini merupakan bentuk silaturahmi setelah keluarga almarhum Eko menyetujui perdamaian yang ditawarkan Iwan.

"Alhamdulillah, pak Suharto hari Senin (3/12/2018) ini datang menemui pak Iwan di Rutan Surakarta. Pertemuan ini sangat mengharukan , antara kedua belah pihak saling memberi dan menerima maaf terkait musibah kecelakaan lalu-lintas 22 Agustus dengan meninggalnya Eko Prasetio. Kedua belah pihak (Suharto dan Iwan Adranacus) kini sudah layaknya seperti keluarga sendiri. Pak Iwan menyampaikan terima kasih atas kedatangan dan dukungan pak Suharto," ujar Joko Haryadi, Kuasa Hukum Iwan di Solo, (3/12/2018).

Menurut Joko kedatangan Suharto menjadi salah satu bukti bahwa keluarga almarhum Eko sudah ikhlas dan memaafkan kekhilafan Iwan yang menyebabkan kecelakaan dan berujung kematian almarhum Eko. Apalagi Iwan juga telah bertanggunjawab dengan menjamin masa depan keluarga almarhum Eko.

"Pak Iwan secara jujur mengaku bersalah dan bertanggungjawab atas terjadinya kecelakaan itu. Pak Iwan juga sudah menyetujui permintaan keluarga almarhum terkait bantuan biaya pendidikan, biaya kesehatan dan biaya hidup lainnya. Masalah antara pak Iwan dan keluarga almarhum Eko sesungguhnya sudah selesai, sudah damai," tegasnya.

Selain menjenguk Iwan, kedatangan Suharto ke Rutan Surakarta hari ini juga untuk menyerahkan dokumen kesepakatan damai pihak keluarganya dengan Iwan. Ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan damai yang sudah ditandatangani oleh Dahlia Antari Wulaningrum, istri almarhum Eko yang telah menerima uang duka serta santunan dari Iwan.

Terkait proses hukum, Joko menyatakan selama proses pemeriksaan saksi-saksi telah jelas terungkap bahwa kecelakaan itu bukan kesengajaan dan direncanakan. Saksi-saksi di depan sidang pengadilan  juga secara gamblang telah mengungkapkan seluruh proses dari awal sampai akhirnya peristiwa naas itu terjadi.

"Sebagai kuasa hukum pak Iwan kami berharap yang terbaik. Apalagi pihak keluarga almarhum Eko sudah sepakat melakukan perdamaian dan mendapatkan jaminan hidup yang baik dari pihak pak Iwan," ujar Joko. 

Sebelumnya Prof. Eddy O. S. Hiariej, Guru Besar Hukum Pidana, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Yogyakarta saat menjadi ahli dalam persidangan Iwan Adranacus menegaskan bahwa perkembangan hukum modern saat ini telah beralih dari yang bersifat retributif menuju restoratif. Yakni proses penyelesaian hukum pidana yang menekankan kepada ganti rugi. 

Semakin besar ganti rugi yang berhasil dikenakan, maka tuntutannya semakin sedikit. Begitu pun sebaliknya, semakin kecil ganti rugi, maka tuntutannya semakin besar. 

Meski begitu, ia mengatakan bahwa dalam hukum pidana, ganti rugi yang telah dilakukan oleh pelaku tidak serta merta menghapus hukuman pidana. “Namun bisa menjadi pertimbangan bagi hakim dalam memberikan vonis,” paparnya.(Hwa)

 

Delete

BERITA REKOMENDASI