Bagikan KIP SMP, Bupati Sukoharjo: Jangan Disalahgunakan!

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo bagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk siswa SMP. Pembagian dilakukan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukohajo di gedung PGRI, Sukoharjo, Senin (20/1). Para siswa yang menerima KIP diharapkan Pemkab Sukoharjo bisa memanfaatkannya untuk kemajuan pendidikan mereka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno mengatakan, proses pembagian KIP dilakukan secara bertahap dan simbolis. Peserta yang dihadirkan di gedung PGRI Sukoharjo, Senin (20/1) hanya sebanyak 2.500 orang atau sekitar 20 persen dari total penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) 12.665 orang untuk jenjang SMP.

Penyerahan simbolis KIP kepada para penerima perwakilan dari 12 kecamatan dipimpin langsung Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Para penerima dana bantuan PIP diharapkan bisa memaksimalkan keberadaan program pemerintah tersebut demi kemajuan pendidikan anak.

Kabupaten Sukoharjo sendiri pada tahun 2019 mendapatkan kuota anggaran dari pemerintah untuk PIP SMP sebesar Rp 7,428 miliar. Dana diperuntukan bagi sebanyak 12.665 orang siswa pemegang KIP di Sukoharjo. Untuk dana tahun 2019 sudah disalurkan dan diterima masing masing penerima. Sedangkan alokasi untuk tahun 2020 diperkirakan jumlahnya masih sama.

“Untuk tahun 2020 kami masih menunggu pengumuman pemerintah pusat. Tapi diperkirakan juga tidak lama lagi kemungkinan sekitar April seperti halnya tahun 2019 lalu,” ujarnya.

Siswa kurang mampu pemegang KIP melalui program PIP akan menerima dana bantuan sebesar Rp 750 ribu per bulan. Dana yang diberikan diharapkan bisa dimanfaatkan sesuai dengan aturan penggunaannya.

“Dalam kesempatan ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo sekaligus memberikan pemahaman pada orang tua siswa agar dana PIP yang diterima dimanfaatkan sesuai peruntukan seperti memenuhi kebutuhan siswa membeli sepatu, seragam, alat tulis, tas dan lainnya,” lanjutnya.

Dana PIP diberikan pada masing masing penerima dengan cara ditransfer melalui rekening bank. Para orang tua diminta melakukan kontrol terhadap keberadaan dana tersebut. Jangan sampai digunakan anak untuk keperluan diluar ketentuan.

“Pendidikan anak sekarang sudah disediakan pemerintah. Para orang tua tetap diminta membantu kontrol pengawasan agar kelak mereka bisa lulus tidak hanya nilai terbaik namun juga sukses,” lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, keberadaan PIP bagi kemajuan pendidikan sangat baik. Tidak hanya di Sukoharjo saja melainkan juga ditingkat nasional. Pemkab Sukoharjo sendiri sangat mengapresiasi pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang telah memberikan perhatian besar pada pendidikan siswa sekolah.

“Penggunaan dana PIP sudah ada aturannya. Jangan coba coba disalahgunakan. Semua demi kemajuan pendidikan anak,” ujarnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI