Baliho Ganjar Dipreteli Satpol PP

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sedikitnya 135 alat peraga kampanye pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgub Jateng dipreteli Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sragen, Selasa (06/03/2018). Spanduk dan baliho besar yang terpasang di seluruh Sragen itu terpaksa dicopot paksa karena dianggap ilegal.

Pencopotan atribut kampanye tersebut dilakukan bersama Panwaslu dan Satpol PP setempat, hampir di seluruh wilayah Sragen. Terutama baliho-baliho besar yang terpasang di sejumlah jalan protokol Sragen. Termasuk baliho raksasa bergambar pasangan Ganjar-Yasin di perempatan Nguwer Sragen juga diambil.

Ketua Panwaslu Sragen, Heru Cahyono di sela pembersihan atribut mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Satpol PP sebelum melakukan pembersihan atribut. Teridentifikasi, sedikitnya ada 135 titik atribut ilegal yang terpasang di seluruh penjara Sragen. "Jadi pembersihan atribut ini dilakukan beberapa tim yang menyebar. Fokusnya atribut cagub dan caleg," ujarnya.

Menurut Heru, untuk atribut cagub, sebenarnya sudah mulai masa kampanye dan diperbolehkan memasang atribut. Namun sesuai peraturan KPU, atribut kampanye yang dipasang hanya boleh yang diproduksi KPU. "Sedangkan atribuat yang kami copoti ini, adalah yang dipasang oleh tim kampanye, bukan yang dibut KPU. Jadi ini atribut ilegal," jelasnya.

Sedangkan atribut caleg yang juga sudah terpasang di beberapa titik, jelas merupakan atribut ilegal. Karena saat ini belum masa kampanye Pileg. "Ternyata sudah ada beberapa caleg yang mencuri start kampanye sosialisasi dengan memasang baliho berukuran besar. Jelas ini dilarang dan harus diturunkan," tandasnya.

Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Sragen, Untung Wibowo Sukowati saat dikonfirmasi terkait pencopotan atribut ini mengaku pasrah. Kalau memang itu melanggar aturan, dirinya mendukung apa yang dilakukan Panwasu. "Mau bagaimana lagi, kami sesuai aturan saja. Kalau memang melanggar ya silakan dicopot," tuturnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI