Bangunan Dua Pasar Direhab, Pedagang Tetap Ditarik Retribusi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Renovasi Pasar Kemuning dan Pasar Kebakkramat dikerjakan secara parsial. Selama pembangunannya, pedagang menempati lokasi jualan darurat. 

"Pasar Kemuning tak semuanya dibongkar. Proyeknya hanya mengganti atap, membuatkan kantor pasar, mengganti pintu dan lantai keramik. Intinya mengubah tampilan lebih baik. Ada 40 kios yang tampilannya diperbaiki. Sedangkan di Pasar Kebakkramat, juga sama. Hanya membangun dua los," kata Kepala Bidang Perdagangan dan Pasar Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM, Eko Joko Iswanto kepada KR, Minggu (4/8). 

Menurut Eko renovasi pasar tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Untuk renovasi Pasar Kemuning sekitar Rp 1,4 miliar, sedangkan Pasar Kebakkramat sekitar Rp 1,2 miliar. Rekanan mulai mengerjakan per 22 Juli 2019 sampai 120 hari kerja. Eko mengatakan Pasar Kemuning akan diperuntukan untuk Pasar Wisata karena berada di lokasi strategis. 

"Karena untuk kunjungan para wisatawan, bagian selasar depan akan dihilangkan. Kios bagian depan direnovasi. Tidak semuanya dibongkar, temboknya ada yang dirubuhkan ada juga yang tidak. Disediakan fasilitas MCK, ada 4," paparnya.

Selama pembangunan, pedagang Pasar Kemuning dipindah sementara ke sisi timur pasar. Di pasar darurat itu, pedagang tetap ditarik retribusi. Hal ini juga berkaitan target PAD retribusi pasar yang harus dipenuhi. Pada 2018, perolehannya Rp 2,9 miliar dari 18 pasar tradisional. "Selama memakai fasilitas pemerintah, tentu tetap bayar retribusi," katanya. 

Kepala Disdagnakerkop UMKM, Waluyo Dwi Basuki mengingatkan pedagang mewaspadai potensi kebakaran. Ia tak mau kebakaran Pasar Jambangan pada Rabu (37/7) lalu terulang di pasar tradisional lainnya. Sambungan semrawut listrik PLN di kios dan los menyulut kebakaran hebai itu.  "Di Pasar Jambangan itu kan karena konsleting listrik. Kita akan melakukan sosialisasi di pasar-pasar. Kita sudah bekerja sama dengan PLN, kita akan cek ulang untuk standarisasi daya listrik dan perangkatnya," tuturnya.(Lim)

 

BERITA REKOMENDASI