Banjir dan Longsor Landa Karanganyar

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Longsor dan banjir menerjang sejumlah lokasi mulai lereng Lawu sampai bantaran Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Karanganyar, Senin (28/11/2016) malam. Sedikitnya puluhan jiwa dievakuasi dari lokasi rawan bencana alam.

Di Ngargoyoso, sedikitnya lima titik longsor menerjang hunian warga, menutup akses jalan dan menghancurkan aset pemerintah desa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun cukup menyulitkan pemulihannya mengingat pergerakan tanah diperkirakan belum akan berhenti sepanjang hujan masih mendera hingga Senin malam. Seluruh sukarelawan diperbantukan ke lokasi rawan longsor di lereng Lawu itu.

Selain longsor, hujan yang memicu luapan sejumlah anak Sungai Bengawan Solo menggenangi kawasan permukiman di Jaten. Sebanyak 25 keluarga asal Perum Puri Tamansari 2, Desa Jati Jaten dievakuasi seiring air mencapai 1 meter dan terus bertambah, begitu pula lima keluarga asal Songgorunggi, Jaten.

“Warga di bantaran aliran anak Sungai Bengawan Solo diminta siaga. Sebagian rumah digenangi luapannya, dan terus meninggi. Sebagian sudah dievakuasi ke tempat aman dengan perahu karet,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Nugroho.

Hingga pukul 22.00 WIB, tinggi mata air (TMA) Sungai Bengawan Solo 8,71 meter terpantau di Jurug. Daerah bantaran di kawasan itu dipastikan terkena luapan, termasuk daerah langganan banjir di Karanganyar seperti Dukuh Daleman, Ngringo Kecamatan Jaten dan Desa Weru, Kebakkramat. Warga di lokasi tersebut diminta bersiap mengungsi.

Sementara itu sukarelawan SAR Karanganyar, Febrian Kurnia Putra mengatakan konsentrasi personel terbagi ke area longsor di lereng Lawu dan lokasi banjir di Jaten sampai Kebakkramat. Hal itu menyebabkan evakuasi salah satu korban banjir di Songgorunggi sedikit terhambat.

“Ada manula tinggal di rumah yang terkena luapan banjir dengan ketinggian sekitar semeter setengah. Kami menunggu bantuan personel lagi untuk mengangkutnya dengan perahu karet. Jumlah sukarelawan terbatas,” katanya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI