Banjir Menggerus Rumah di Bantaran, Penghuni Diungsikan

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KR)-Rumah-rumah di bantaran Sungai Grompol, Kebakkramat mendesak di relokasi. Bangunan ambrol tinggal menunggu waktu akibat terus menerus tergerus arus.

Kondisi paling kritis dialami tiga rumah di Dusun Teken RW 3 dan RW 5. Fondasi bangunan yang dulunya tertanam di bantaran, kini sudah mepet ke bibir sungai karena pengikisan. Jika banjir menerjang, fondasi itu tak akan kuat menopang bangunan. Belasan jiwa yang tinggal di tiga rumah tersebut diminta mengungsi saat Sungai Grompol banjir.

“Ada 15 orang tinggal di tiga rumah itu. Tanah di atas bangunan itu hak milik, bukan magersari. Saat hujan deras, mereka mengungsi. Takut kalau rumahnya terempas banjir,” kata Kades Kaliwuluh, Suratmin, Kamis (25/02/2021).

Dia menceritakan dulunya dilakukan normalisasi sungai sekitar 2006 untuk mengantisipasi banjir luapan Sungai Grompol. Namun karena tidak ditindaklanjuti dengan pengamanan dinding sungai yang berdekatan dengan rumah warga, akhirnya lama kelamaan tanah di bibir sungai tergerus air.

Pihak desa sudah berkirim surat ke BBWSBS dan DPUPR Karanganyar dengan harapan segera ada tindak lanjut terhadap kondisi tersebut. Mereka juga melaporkannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

Terpisah Kasi Kesiapsiagaan BPBD Karanganyar, Hartoko menuturkan, sudah mengecek ke lokasi tersebut. Ia menyebut perlu segera ditangani dari aspek keselamatan penghuni maupun solusi area kritis.

Disamping itu BPBD Karanganyar juga akan berkirim surat ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) supaya segera ditangani. “Dulu sebetulnya sungai jauh, sekitar 50 meter dari belakang rumah. Karena pengikisan. Sekarang sudah 1 rumah yang tiang teras itu sudah hanyut. Satu lagi tinggal 3 meter berjarak dengan bibir sungai,” jelasnya.

Selain itu, BPBD Karanganyar juga mengusulkan kepada BBWSBS supaya dibangun parapet di sekitar Daleman Dusun Banaran Desa Ngringo Kecamatan Jaten yang selalu menjadi langganan banjir saat Sungai Bengawan Solo meluap.

“Daleman itu dulu saya usulkan saat rapat bersama BBWSBS. Waktu masih pengerjaan parapet Solo,” terangnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI