Banjir Solo Ikut Rendam Rumah Walikota

SOLO (KRjogja.com) – Hujan deras yang mengguyur Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) sejak Senin 28 November 2016, mengakibatkan 85 keluarga di Kelurahan Sewu mengungsi ke tanggul. Air merendam rumah warga di kawasan bantaran dengan ketinggian 1-2 meter.

Bahkan, banjir juga menggenangi rumah pribadi Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Kelurahan Pucangsawit dengan ketinggian setinggi lutut orang dewasa.

Ketua Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Sewu, Budi Utomo mengatakan, pihaknya menyediakan lokasi pengungsian di beberapa titik, meliputi pendopo Kelurahan Sewu, tenda-tenda di atas tanggul, dan rumah kerabat di Barat tanggul.

“Kami juga mendirikan dapur umum di Kelurahan Sewu untuk pengungsi dan relawan sebanyak 300 porsi,” kata dia, Selasa (29/11/2016).

Ia menambahkan, bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo juga sudah dating, berupa 50 unit selimut, air mineral dan mi instan.

Petugas Stasiun Pompa Banjir Pucangsawit, Supriyanto mengatakan, ketinggian air Sungai Bengawan Solo pada pukul 05.45 WIB mencapai 7,8 meter. Sedangkan, ketinggian muka air Kali Sonto mencapai 3,5 meter.

Pompa sempat menyala pada pukul 19.30-21.00 WIB saat ketinggian muka air Kali Sonto mencapai 3,75 meter. “Kami tekan hingga air mencapai ketinggian 2,5 meter,” ujar Supriyanto.

Pompa kembali menyala pada pukul 23.30-00.30 WIB ketika ketinggian muka air Sungai Bengawan Solo 7 meter dan ketinggian muka air Kali Sonto 3,75 meter. Ketinggian muka air kembali ditekan hingga 2,5 meter. (*)

BERITA REKOMENDASI