Banteng Tua Prihatin Kondisi PDIP Sragen

SRAGEN (KRjogja.com) – Kalangan banteng tua Sragen menilai kekosongan jabatan Ketua DPC PDIP akan menjadi bom waktu yang merugikan partai berlambang banteng moncong putih. Imbasnya perolehan suara PDIP pada Pileg 2019 mendatang terancam merosot.

Belum adanya kepastian kapan jabatan Ketua DPC PDIP akan diisi membuat kalangan banteng tua prihatin dan mendesak DPP PDIP segera menunjuk Ketua DPC PDIP Sragen. Keputusan menetapkan ketua definitif itu dinilai akan meredam gejolak yang terjadi di bawah.

Salah satu banteng tua Sragen, Sugino Rabu (21/9) mengatakan, DPP dan DPD PDIP Jateng harus berani dan cepat mengisi kekosongan jabatan Ketua DPC PDIP Sragen. Jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan terjadi perpecahan di internal DPC PDIP Sragen. "Saat ini kader dan simpatisan PDIP Sragen sudah galau karena PDIP tidak punya nahkoda," ujarnya.

Sugino yang juga mantan pengurus PAC PDIP Sambirejo, menjelaskan, saat ini antarkader PDIP sudah saling curiga dan berpikiran negatif terkait kemungkinan adanya berbagai manuver politik. Apalagi sejumlah calon mulai melakukan manuver untuk mengumpulkan dukungan. "Untuk menghentikan berbagai manuver politik, DPP harus segera menetapkan ketua definitif," jelasnya.

Senada dikatakan mantan Wakil Ketua DPC PDIP Sragen, Darmo Ramin menambahkan, terjadinya kekosongan pimpinan DPC ini membuat para banteng tua prihatin. "Terus terang kami tidak rela jika PDIP Sragen semakin terpuruk. Satu-satunya jalan agar PDIP bisa kembali besar adalah jabatan Ketua DPC segera diisi," tandasnya.

Menurut Darmo, keterpurukan PDIP Sragen bisa dilihat terus merosotnya perolehan kursi legislatif sejak Pileg 2009. Belum lagi kekalahan PDIP pada dua kali pelaksanaan Pilbup Sragen terakhir, merupakan bukti bahwa Sragen sudah tidak lagi kandang banteng. "Untuk mengembalikan Sragen sebagai kandang banteng, DPP dan DPD harus segera bertindak menyelamatkan PDIP," tambahnya.

Sementara Wakil Ketua DPC PDIP Sragen, Laksana menuding gerakan yang dilakukan kelompok yang mengatasnamakan baneng tua tidak perlu digubris. Para banteng tua dinilai sudah bukan lagi kader PDIP. Sehingga mereka tidak mempunyai hak untuk bersuara dengan alibi menyelamtkan PDIP. "Mereka (banteng tua) bukan lagi orang PDIP, jadi jangan membuat manuver politik. Mereka juga tidak pernah mendukung calon PDIP saat pilbup lalu," tegasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI