Bantu Koleksi, TSTJ Beri Kesempatan Adopsi Satwa

SOLO, KRJOGJA.com – Kalangan penyayang binatang, baik perusahaan ataupun perorangan, diberi kesempatan untuk mengadopsi satwa koleksi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Hanya saja, adopsi itu tak berarti untuk memiliki, tetapi lebih mengarah pada membantu peningkatan kesejahteraan satwa dengan memberikan donasi.  

Dihubungi wartawan, di kantornya, Selasa (14/8/2018), Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso,  mengungkapkan, hasil donasi dipergunakan untuk biaya makan ataupun perbaikan kandang satwa tertentu yang dipilih, dengan jangka waktu adopsi satu tahun. Setelah masa adopsi habis, mereka bisa saja memperpanjang kembali, memutus kontrak ataupun beralih ke jenis satwa lain.

Sedangkan untuk menandai satwa tertentu telah diadopsi, pada kandang diterakan papan yang menyebutkan satwa bersangkutan telah diadopsi dan dipelihara perusahaan ataupun perorangan. Hingga saat ini, beberapa satwa telah diadopsi perusahaan dan perorangan, diantaranya gajah dan siamang, sedangkan satwa lain, seperti harimau, unta, berbagai jenis kera dan lain-lain, masih menunggu proses adopsi.

Model adopsi seperti itu, menurut Bimo, selain membantu kesejahateraan satwa, juga sebagai bentuk pelibatan serta fasilitasi masyarakat, terutama kalangan penyayang binatang terhadap konservasi satwa dilindungi. Kendati tingkat kesejahteraan satwa kleksi TSTJ cukup memadai, ujarnya, namun masih memerlukan pembenahan, terutama kandang yang sejauh ini relatif kurang ideal dan belum mendekati habitat aslinya.

Selain itu, penataan lingkungan juga masih memerlukan pembenahan, agar pada saatnya nanti obyek wisata konservasi di tepi Bengawan Solo ini, bisa tumbuh menjadi wahana hiburan dan edukasi yang nyaman dan murah. Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat mengunjungi TSTJ yang kini lebih  dipopulerkan dengan sebutan Solozoo, cenderung menaik, bahkan selama musim libur Lebaran lalu, mampu meraup pengunjung hingga 120 ribu orang.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI