Bantu Petugas Medis, Karyawan Sparta Wonogiri Produksi Ribuan APD

HARI-hari ini kegiatan ratusan karyawan perusahaan konveksi PT Sparta Jaya Wonogiri semakin sibuk. Pasalnya perusahaan yang biasa memproduksi kemeja mendapat kepercayaan Pemkab Wonogiri untuk membuat alat pengamanan diri (APD) menyusul maraknya kasus Covid 19 atau Corona di seantero bumi, tak terkecuali daerah Kabupaten Wonogiri.

“Ya pesenan ada pesanan dari Pak Bupati (Bupati Wonogiri Joko Sutopo) langsung bel saya sendiri minta dibuatkan APD,” ujar HRD PT Sparta Jaya, Markus Bancin, di kantornya Ngadirojo, Sabtu (4/4/2020).

Karena bupati minta pembuatan APD ini diprioritaskan sehingga pesanan konveksi (baju dan celana) seperti biasa dari konsumen maupun pihak luar lainnya saat ini terpaksa distop dulu. Bagi pria asal Medan (Sumut) ini kepercayaan Pemkab melalui Bupati Mas Jekek pengusaha konveksi yang baru sekitar 1 tahun berdiri di Desa Gedong Ngadirojo ini sebagai amanah yang harus dikerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Prinsipnya, jangan sampai mengecewakan kepercayaan orang nomor satu di Pemkab Wonogiri.

“Ini kesempatan baik, mumpung lagi kesempatan untuk barbagi khususnya kalangan medis yang berjuang keras membantu pasien melawan virus,” kata Markus.

“Kami tidak bisa membantu pemkab dalam bentuk uang atau dana, kiprah ini sebagai sumbangan atau partisipasi kami, makanya berapapun nanti akan dibayar Mas Jekek tidak menjadi masalah,” lanjut HRD Sparta Jaya sembari menambahkan pihaknya sudah menanamkan pengertian kepada 105 karyawannya sehingga dalam pembuatan APD sesuai standar medis mereka bekerja dengan tulus dan ikhlas kendati harus lembur.

Sejak mendapat pesanan Bupati Joko per telepon hingga Sabtu lalu jumlah APD ‘made in’ Sparta Jaya sudah 1.430 piece. Sesuai permintaan, APD dengan bahan baku ‘sponebond’ ini langsung didistribusikan ke paramedis dan dokter di Puskesmas se Kabupaten Wonogiri melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dr Adhidarma MKes.

“Keistimewaan APD ini bisa dicuci 2-3 kali, kalau umumnya (APD) kan hanya sekali pakai langsung dibuang,” tutur Markus terkait bahan APD yang dia beli hingga Surabaya.

Diakui, karena saat ini APD lagi banyak ‘diburu’ orang maka bahan bakunya pun relatif sulit dicari. Kalau toh ada, katanya, harga hari-hari biasa (sebelum ada Corona) Rp 600 ribu per gulung kini di pasaran grosir Surabaya naik hingga Rp 1 juta per gulung.

“Satu gulung bisa dibuat menjadi 30an APD,” imbuh Markus.(Djoko Santoso HP)

BERITA REKOMENDASI