Bantu Stok Darah, Kodim 0726 Sukoharjo Kerahkan Anggota

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kodim 0726 Sukoharjo kerahkan anggota donorkan darah ke markas Palang Merah Indonesia (PMI) Sukoharjo. Hal itu dilakukan untuk membantu pemenuhan stok darah setelah terjadi kekurangan dampak dari penyebaran virus corona. Kegiatan donor darah juga diikuti pihak lainnya sebagai bentuk kepedulian bersama dalam rangka kemanusiaan.

Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, Senin (6/4) mengatakan, Kodim 0726 Sukoharjo ikut ambil bagian dalam membantu penyediaan stok darah di PMI Sukoharjo. Kegiatan donor darah dilakukan dengan mengerahkan anggota secara sukarela.

Anggota Kodim 0726 Sukoharjo datang secara bergantian ke markas PMI Sukoharjo untuk ikut donor darah. Satu per satu anggota diambil darahnya oleh petugas sebagai stok darah.

Dandim menjelaskan, sesuai amanat Undang Undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 dan PP Nomor 7 tahun 2011 tentang Pelayanan Darah, serta rekomendasi WHO bahwa darah transfusi yang aman dan berkualitas berasal dari donor sukarela. Kodim 0726 Sukoharjo sebelumnya sudah sering melibatkan anggota mengikuti donor darah.

Kebutuhan darah dikatakan Dandim, merupakan hal yang urgen berkaitan dengan jiwa seseorang di rumah sakit. Dalam hal ini masyarakat mempunyai peran penting dalam menjamin ketersediaan darah dalam jumlah yang cukup. Sedangkan sarana dan prasarana dalam pelayanan darah, menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah melalu UTD (Unit Transfusi Darah) PMI Sukoharjo.

“Darah yang terkumpul dari kegiatan donor darah di PMI Sukoharjo akan dijadikan stok tambahan. Sebab sebelumnya terjadi kekurangan stok darah dampak dari penyebaran virus corona,” ujarnya.

Kasi Pelayanan Masyarakat UDD PMI Sukoharjo, Musrifah, mengatakan, PMI Sukoharjo mendapat kendala dalam menggelar kegiatan donor darah dampak dari penyebaran virus corona. Beberapa kegiatan donor darah dari sejumlah pihak terpaksa dibatalkan karena adanya penyebaran virus corona. Sebab pemerintah sudah mengeluarkan larangan kerumunan massa sebagai usaha memutus penularan virus corona.

“Ada beberapa kendala mengenai kebutuhan stok darah di Sukoharjo selama wabah corona ini, dimana membuat penjadwalan donor darah dibatalkan oleh para pemohon atau penyelenggara,” ujarnya.

PMI Sukoharjo dengan berbagai kendala yang dihadapi sekarang terus berusaha menambah stok darah dan menutup kekurangan. Salah satunya dengan menerima donor darah sukarela di markas PMI Sukoharjo.

Kegiatan donor darah sukarela masih terus dilayani setiap hari oleh PMI Sukoharjo. Darah yang terkumpul kemudian disimpan untuk dijadikan stok di PMI Sukoharjo. Meski hasil yang terkumpul tidak terlalu banyak seperti halnya kegiatan donor darah di luar namun, minimal mampu menambah stok.

“Kebutuhan darah sangat penting dan harus terpenuhi. Jadi salah satunya dilakukan donor darah sukarela di markas PMI Sukoharjo. Itu dilakukan karena kegiatan donor darah diluar banyak dibatalkan karena dampak penyebaran virus corona,” lanjutnya.

PMI Sukoharjo selama ini mendapatkan stok darah dalam jumlah banyak melalui kegiatan donor darah diluar. Kegiatan seing dilakukan hampir setiap hari sebelum ada penyebaran virus corona. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI