Bantuan Traktor Hemat Ongkos Bercocok Tanam

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Kelompok tani penerima hibah alat dan mesin (alsintan) pertanian optimistis menghemat ongkos bercocok tanam. Di luar kelompoknya, penggunaan alsintan juga mendatangkan pemasukan kolektif.

"Kami menerima satu unit traktor dari APBN. Itu dipakai secara bergantian 25 anggota. Sebelum memiliki alat ini, kami menyewa traktor untuk berbagai keperluan di ladang. Hanya saja, harus keluar ongkos sewa," kata Anggota Kelompok Tani Ngudi Mulyo Koripan Matesih, Triyono usai penyerahan alsintan di Bank Jateng Karanganyar, Selasa (13/11/2018).

Ia menceritakan, kelompok taninya tak kuasa membeli traktor yang harganya selangit. Biasanya, sewa traktor Rp 400 ribu sehari. Ongkos itu belum termasuk beli BBM.

"Sebanyak 25 anggota memiliki total lahan 15-20 hektare. Sewanya memang segitu (Rp 400 ribu). Sehari bisa menggarap 4 ribu meter dengan dua operator," katanya.

Dalam program hibah alsintan bersumber APBN 2018, Kabupaten Karanganyar dijatah enam unit. Tiap kelompok tani penerimanya berhak satu unit. Selain itu, APBD perubahan kabupaten tahun 2018 mengalokasikan 1,015 miliar untuk 14 kelompok tani dengan peruntukan modal tanam. Misalnya pembelian pupuk, benih dan suplai air.

Triyono mengatakan, hibah alsintan mengurangi biaya persiapan tanam. Bahkan, memberi pemasukan kelompoknya dari pendapatan sewa. "Sudah lama mengajukan. Tapi baru dapat kali ini,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar, Supramnaryo mewanti-wanti penerima hibah. Mesin maupun dana hibah tak boleh diselewengkan. "Pernah dulu, penerima traktor hibah menjualnya. Akhirnya ketahuan BPK. Pelaku harus menggantinya sesuai nilai awal. Padahal, pelakunya menjual itu di bawah harga pasar," katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI