Banyak Kegiatan, Pepabri Sragen Butuh Ambulans

SRAGEN, KRJOGJA.com – Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Sragen menggelar jalan sehat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Pepabri. Puluhan anggota Pepabri dan keluarga mengikuti acara yang memperebutkan berbagai hadiah tersebut, Minggu (10/9/2017).

Ketua Harian Pepabri Sragen, Bambang Supeno di sela acara mengatakan, selain jalan sehat, rangkaian kegiatan menyambut HUT Pepabri di antaranya ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP), kerjabakti, dan mengunjungi anggota Pepabri yang sudah berusia lanjut. Hari jadi Pepabri sendiri sebenarnya jatuh pada 12 September, namun rangkaian kegiatan sudah dimulai.

Menurut Bambang, keberadaan Pepabri Sragen selama ini diupayakan bisa berguna bagi masyarakat. Aktif menggelar kegiatan sosial dan berbagai penyuluhan terkait bela negara dan empat pilar kebangsaan. "Pepabri juga berencana memberikan bantuan air bersih di wilayah kekeringan Sragen. Bagi warga yang membutuhkan air bersih, bisa menghubungi Pepabri," ujarnya.

Memiliki 1136 anggota, jelas Bambang, Pepabri akan terus berbuat dan bertindak demi kemajuan bangsa. Kendati anggotanya sebagian besar sudah berusia lanjut, namun semangat Pepabri tidak akan pernah luntur demi bangsa dan negara. "Kami rutin menggelar sosialisasi bela negara dan empat pilang kebangsaan lewat pertemuan RT dan RW," tuturnya.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Sragen, Wahyu Dwi Setyaningrum yang hadir mengikuti jalan sehat mengaku siap membantu kegiatan Pepabri. Sebagai bagian dari keluarga besar Pepabri, dirinya mendukung penuh kegiatan sosial Pepabri. "Selama ini perhatian dari pemerintah daerah masih kurang terhadap keberadaan Pepabri. Salah satunya adalah kebutuhan kendaraan ambulans yang belum terealisasi," tandasnya.

Wahyu berharap bantuan kendaraan ambulans tersebut bisa segera terealisasi, entah itu dari pemkab atau bantuan pihak ketiga. Mengingat, ambulans sangat dibutuhkan bagi anggota Pepabri yang rata-rata sudah berusia lanjut. "Selama ini anggota Pepabri memang agak kesulitan terhambat untuk akses kesehatan karena tidak memiliki ambulans," tambah Wahyu didampingi suaminya yang mantan anggota Kopassus, Suwito.(Sam)

 

BERITA REKOMENDASI