Barang Bukti Kasus Pekat Dimusnahkan

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar bersama pejabat Forkopimda memusnahkan barang bukti kasus penyakit masyarakat (pekat) yang telah diputus sidang, Senin (26/03/2018). Barang bukti itu jenis minuman keras (miras) dan obat penenang (pil koplo).

Kepala Kejari (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo SH mengatakan seluruh barang bukti itu sitaan Polres dan Satpol PP pada tahun 2017 dan awal tahun ini. Kasus Arif Setyawan dengan putusan pada 22 Agustus 2017, adapun barang buktinya 380 butir pil hexymer dan 603 butir pil trihexypenidil.

Kemudian terpidana Eko Mulyanto yang diputus perkaranya pada 14 Desember 2017, barang buktinya 2.808 liter ciu. Perkara berikutnya peredaran ribuan pil penenang dengan terpidana Abdul Latif yang telah mendapatkan incraht pengadilan negeri pada 11 Januari 2018.

Selanjutnya peredaran seratusan butir pil penengang oleh terpidana Clarita Ananda yang diputus perkaranya pada 14 Februari 2018. Tindak pidana mereka melanggar UU kesehatan dan Perda kabupaten Karanganyar.

"Ini merupakan tindak lanjut pencanangan kampung antimiras di Karanganyar. Atas kerjasama berbagai pihak yang mencermati indikasi masih adanya konsumsi minuman memabukkan itu. Intelijen yang memiliki informasi, kemudian dikomunikasikan ke penyidik hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum berlaku," katanya didampingi Kasi Tindak Pidana Umun, Toni Wibisono.

Para pimpinan forkopimda mengambil sampel barang bukti untuk dimusnahkan. Jenis miras dituang ke tong sampah plastik sedangkan pil koplo dihancurkan dengan cara diblender. Usai pemusnahan secara simbolis, barang bukti diangkut truk untuk dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA).

Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahardjo mengatakan razia pekat diminta tak boleh berjeda. Apalagi menjelang bulan suci Ramadan.

"Perlu peran aktif masyarakat lebih intens. Menciptakan Pilkada kondusif dan membersihkan Karanganyar dari pekat jelang Ramadan. Biar indahnya puasa dirasakan. Masuknya narkoba dan sejenisnya dapat merusak generasi muda," katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI