Barang Kadaluarsa dan Tak Layak Konsumsi Masih Beredar, Masyarakat Diimbau Harus Jeli Sebelum Membeli

Dalam sidak kali ini, petugas mengambil sampel sejumlah makanan yang dicurigai mengandung zat kimia berbahaya. Seperti cemilan gabus, baso, mi basah, dan teri nasi. Petugas juga mengambil sampel makanan berwarna mencolok seperti cendol. “Sampelnya diuji dulu di lab. Apakah mengandung zat pengawet dan pewarna berbahaya ataukah tidak,” katanya.

Berdasarkan riwayat para penjual tersebut, mereka berulangkali diperingatkan namun tetap saja tidak berubah. Barang kedaluwarsa dan berbahan campuran berbahaya terus dijual. Terkait penindakannya, Joko menyerahkan hal itu ke satuan kerja di level lebih tinggi. Di sini, ia hanya menyajikan temuan di lapangan dan menegur pedagang nakal. Petugas menyarankan agar pedagang menolak tawaran makanan kemasan tanpa izin edar, tanpa tanggal kedaluwarsa dan barang kedaluwarsa.

Di salah satu sudut pasar, seorang penjual makanan kecil di blok F, Titik mengakui tak sedikit makanan olahan dijualnya tanpa merek dan tanggal kedaluwarsa. Namun ia memastikan dagangan yang tidak laku diretur.“Hanya dua hari tahan di luar. Makanan yang enggak laku langsung diambil lagi suplier dari Yogya,” katanya.
(Lim)

BERITA REKOMENDASI