Bawang Putih Tawangmangu Baru Dikembangkan di 8 Kabupaten

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Varietas bawang putih Tawangmangu Baru yang dikembangkan Institut Pertanian Bogor (IPB) siap ditanam di delapan kabupaten di Jawa Tengah. Bumbu dapur produksi lokal ini diandalkan menyuplai kebutuhan dalam negeri dan menekan laju inflasi.

Hal itu disampaikan dalam launching dan penandatanganan perjanjian kerjasama klaster program pengendalian inflasi komoditas bawang putih di Jawa Tengah yang berlangsung di camping ground Tawangmangu, Rabu (24/8). Delapan kepala daerah menuangkan komitmennya, yakni dari Batang, Pekalongan, Purbalingga, Banjarnegara, Karanganyar, Magelang, Tegal dan Temanggung serta manajemen Bank Indonesia (BI), stakeholder instansi perusahaan hingga para petani binaan.

“Komoditas bawang putih cukup banyak menyumbang inflasi. Tahun 2015, angkanya menyentuh 5,5 year on year (YoY). Saat ini, 95 persen kebutuhan bumbu dapur itu di tingkat nasional mengandalkan impor,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Iskandar Simorangkir di forum tersebut.

Kemandirian produksi bawang putih menjadi salah satu cara untuk menekan laju inflasi. Diawali uji coba menanamnya di demplot berukuran 3 ribu meter persegi di Tegal, hasilnya cukup memuaskan. Apalagi BI bekerjasama dengan IPB memilih dua varietas unggulan, yakni Lumbu Hijau dan Tawangmangu Baru.

“Varietas lumbu hijau menghasilkan 14,8 ton per hektare sedangkan Tawangmangu Baru 20,7 ton per hektare,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta petani maupun pendamping dari dinas teknis memperhatikan berbagai faktor agar panenan bawang putih berhasil, seperti teknologi pertanian, dampak penggunaan pupuk pada musim tanam sebelumnya hingga kualitas bibit. (M-8)

 

 

BERITA REKOMENDASI