Bawaslu Karanganyar Keluhkan Ruang Penyimpanan Logistik Pemilu

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Bawaslu Kabupaten Karanganyar mendapati ruang penyimpanan logistik pemilu, kurang memadai untuk persiapan distribusinya ke 3.149 tempat pemungutan suara (TPS). KPU selaku penyelenggara pemilu, didesak menggeser ruang penyimpanannya ke lokasi lebih luas.

"Sebenarnya enggak ada masalah untuk kualitas logistik. Kotak suara terbuat dari dupleks yang kuat menahan beban sampai 80 kilogram. Ruangan dicek, tak ada bocor di atap. Fumigasi juga telah dilakukan untuk pest kontrol. Hanya saja, ruangan itu hanya bisa untuk menyimpan. Namun terlalu sempit jika nanti membongkar dan menyusunnya saat akan didistribusi ke TPS," kata Divisi Pengawasan Humas dan Hubal Bawaslu Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho kepada KR, Selasa (25/12). 

Saat ini, sebagian logistik pemilu serentak 2019 telah didrop ke Karanganyar. KPU meminjam dua gedung di lokasi berbeda karena belum memiliki tempat penyimpanan memadai. Yakni di gedung PKPRI Cangakan dan aula kantor Kelurahan Cangakan. 
"Untuk TPS, jumlahnya 3.149. Padahal butuh lima kotak suara per TPS. Sekarang masih terlipat, sehingga tidak banyak menyita ruang. Namun nanti, perlu ruang lebih lega untuk membongkarnya," katanya. 

Jika dibongkar lipatannya, kotak suara berukuran 40 cm X 40 cm X 60 cm. Didominasi warna putih, di sisi kanan dan kiri tertulis 'KPU'. Sementara di bagian depan diberi keterangan nomor kotak, TPS, nama PPS, nama PPK, kabupaten/kota serta provinsi. Juga terdapat 'jendela' untuk melihat kondisi di dalam kotak. 

"Posisi masih terlipat. Untuk lain-lain bagus. Cukup ventilasi, kelembaban. Bilik dan ATK sudah datang, sedangkan sampul dan tinta menyusul," katanya. 

Lebih lanjut Handoko meminta KPU segera menyiapkan lokasi pengganti sebelum surat suara tiba pada Maret 2019. 
Ketua KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari menyadari dua gedung yang ia pinjam tak sesuai harapan. Namun, hanya lokasi itu paling dekat kantornya dan mudah dijaga aparat. Meski begitu, ia berjanji memindahkannya ke lokasi lebih memadai. 
"Untuk setting logistik, kita masih mencari lokasi representatif. Sementara untuk menyimpan, gedung PKPRI dan aula Kelurahan Cangakan masih bisa dipakai," katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI