Bawaslu Temukan 1.855 Pemilih Invalid

SRAGEN, KRJOGJA.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sragen menemukan sebanyak 1.855 calon pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak terdeteksi alias invalid atau bukan warga Sragen. Selain itu, ada 152 nama calon pemilih juga ditemukan ganda.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budi Prasetyo, Minggu (2/12/2018). Budi mengungkapkan, dari hasil pencermatan yang dilakukan, Bawaslu menemukan ada data calon pemilih yang invalid dan nama ganda. "Dalam pencermatan kami DPT HP (hasil perbaikan) 2, direkomendasikan kepada KPU untuk ditindaklanjuti. Surat rekomendasi sudah kami kirimkan. Dalam rekomendasi, KPU diminta segera menindaklanjuti 1.855 DPT invalid dan 152 nama ganda tersebut," ujarnya.

Budi menguraikan rekomendasi yang terkait 152 nama ganda sudah dilakukan untuk kali kedua. Pasalnya sebelumnya 152 nama ganda itu sebenarnya sudah masuk dalam rekomendasi DPT HP 1 yang dikirim Bawaslu ke ke KPU. "Dulu sudah ada yang kami rekom, tapi masih muncul di DPT HP 2 hasil sinkronisasi. Ini kembali kami rekomendasi," terangnya.

Menurut Budi, nama ganda itu terjadi di lebih dari satu Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kewajiban KPU adalah memastikan nama ganda itu berada di hanya satu TPS. "Jadi KPU harus menanyakan orang itu yang benar yang berada di TPS mana. Jadi KPU tidak serta-merta mencoret salah satu, tapi harus memastikan dia itu tinggal di mana," jelas Budi.

Terkait, adanya 1.855 yang dinyatakan invalid, Budi menyampaikan, terjadi lantaran pemilih yang terdaftar ternyata tidak terdeteksi sebagai warga Sragen. Pihaknya meminta KPU bisa memastikan orang tersebut tinggal di lokasi yang sesuai dengan alamat yang tercantum dalam DPT HP. Sejumlah 1.855 invalid itu tersebar di 20 kecamatan Kabupaten Sragen dengan jumlah yang bervariasi. "Ini nanti sebagai masukan ke KPU untuk menjadi DPT HP 3," tambahnya.(Sam)

BERITA REKOMENDASI