Bawaslu Wonogiri Panggil 12 Orang Saksi

Editor: Ivan Aditya

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Bawaslu Wonogiri memanggil penyelenggara acara konsolidasi parpol di Giritontro Wonogiri maupun Camat Giritontro Fredy Sasono dan sejumlah Kepala Desa (Kades) yang hadir dalam acara itu. Total ada 12 orang saksi dimintai keterangan, Rabu (25/11/2020) dimana diantaranya adalah anggota KPPS di wilayah tersebut.

Diungkapkan penyelenggara acara yang juga anggota FPDIP DPRD Wonogiri, Soetarno SR, benar pihaknya mengadakan konsolidasi partai tingkat kecamatan atau PAC, bukan kegiatan kampanye paslon bupati/wabup. “Agenda ini murni acara PAC Giritontro dimana konsolidasi ini di kediaman saya karena saya ketua PAC,” kataya usai pemeriksaan di kantor Bawaslu.

Diakui, acara dihelat dalam beberapa gelombang, mengingat ada ratusan pengurus partai hingga tingkat dusun yang diundang. Hal ini sesuai protokol kesehatan untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan.

Pada gelombang pertama sekaligus pembukaan, pihaknya mengundang camat dan sejumlah Kades dan lainnya. Undangan hanya hadir ketika acara pembukaan berlangsung.

“Memang kami undang tapi hanya di acara pembukaan. Jadi undangan hanya datang duduk diam, menikmati makanan ala kadarnya, lalu setelah pembukaan selesai undangan meninggalkan lokasi,” ujar dia.

Ketua Bawaslu Wonogiri Ali Mahbub SPdi MPdl menyatakan larangan bagi ASN dan Kades untuk menguntungkan atau merugikan salah satu paslon tertuang di Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-undang.

“Pada pasal 71 ayat 1 tertulis Pejabat negara, pejabat daerah, aparatur sipil negara, anggota TNI/POLRI dan Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah dilarang membuat keputusan dan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon,” tandasnya. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI