Bea Cukai Surakarta Amankan 2,16 Juta Batang Rokok Ilegal

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Jajaran Bea Cukai Surakarta bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jateng dan DIY mengamankan 2,16 juta batang rokok ilegal yang diangkut sebuah truk. Dua orang dimintai keterangan, yakni sopir berinisial KM dan kernetnya, ER.

Dua orang tersebut membawa muatan tersebut dari Jawa Timur menuju Jakarta. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti petugas dengan mencegatnya di exit Tol Colomadu.

“Penindakannya pada Kamis (11/02/2021). Sopir KM dan kernet ER diamankan. Instansi Bea Cukai, dalam hal ini Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dan Bea Cukai Solo harus selalu bersinergi dan saling mendukung. Bentuk sinergi ini dapat dilakukan dengan saling bertukar informasi, memperkuat jaringan, dan dukungan personil. Karena obyek penindakan kali ini adalah hasil tembakau yang bercukai, maka harus dilakukan penertiban karena jika melanggar perundang-undangan, dampaknya bisa merugikan keuangan negara,” kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng-DIY, Moch Arif Setijo, Jumat (12/02/2021).

Penindakan truk bermuatan rokok ilegal dilakukan di gerbang tol Colomadu, Karanganyar yang merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Kantor Bea Cukai Surakarta. “Ketika lewat gerbang tol Colomadu, kami hentikan, dan langsung digiring ke Kantor Bea Cukai, untuk digeledah,” imbuh dia.

Saat digeledah, di bak truk ditemukan 270 kardus karton polos, berisi rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dengan merk Partisipasi Bold. Tiap bungkus berisi 20 batang tanpa pita cukai. Modus yang digunakan pelaku memakai kardus berisi minuman manis yang bermerk sebagai penutup kardus polos berisi rokok ilegal.

Dengan keberhasilan menindak peredaran jutaan batang rokok ilegal tersebut, lanjutnya, dapat menghindarkan kerugian negara Rp1.447.891.200. KM dan ER saat ini berada di bawah pengawasan Bea Cukai Surakarta untuk diperiksa dan dimintai keterangan lebih lanjut. “Saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap asal rokok ilegal tersebut beserta para pelakunya,” tandas Moch Arif Setijo. (Lim)

BERITA REKOMENDASI