Bekas Toko Modern Harus Tetap Diawasi

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Toko modern yang sudah ditutup tetap diminta dilakukan pengawasan ketat oleh tim gabungan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Petugas tidak boleh terlena dengan membiarkan begitu saja karena rawan terjadi pelanggaran berupa penyalahgunaan usaha perdagangan.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Kamis (5/4) mengatakan, toko modern yang melanggar perizinan sudah banyak ditutup. Meski demikian keberadaanya tidak boleh dibiarkan begitu saja tanpa kontrol dan pengawasan. Petugas tetap diminta mengawasi agar tidak terjadi lagi praktek pelanggaran.

"Saat buka toko modern dulu mereka melanggar izin dan akhirnya ditutup paksa petugas. Tapi setelah tutup mereka buka lagi dan hanya ganti nama tanpa izin dan aturan berlaku. Jelas ini juga masuk pelanggaran jadi petugas tetap harus mengawasi. Setelah toko modern tutup mereka mau apa harus jelas," ujar Wardoyo Wijaya.

Toko modern yang sudah ditutup jumlahnya cukup banyak mencapai puluhan unit tersebar disejumlah wilayah. Mereka harus memenuhi syarat apabila ingin kembali membuka usaha dengan peralihan menjadi toko tradisional.

Peralihan dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Daerah (Perda) Sukoharjo. Apabila tidak maka toko modern tersebut tetap harus tutup.

"Misal toko modern itu mau buka lagi jadi toko tradisional maka harus memenuhi syarat. Semisal luasan bangunan, modal, sistem perdagangan dimana pembeli harus dilayani pedagang dan pemiliknya merupakan penduduk setempat," lanjutnya.

Bupati menegaskan penutupan toko modern akan terus dilanjutkan Pemkab Sukoharjo. Sebab moratorium masih diterapkan sampai akhir 2018. Artinya izin baru mendirikan toko modern baru tidak akan dikeluarkan sampai akhir tahun ini.

Toko modern yang masih buka dipersilahkan sampai izinnya habis. Selanjutnya diminta untuk tutup dan tidak boleh membuka lagi usahanya.

"Moratorium toko modern itu untuk melindungi pedagang kecil. Pemkab Sukoharjo mengarahkan untuk membuka toko tradisional saja dan perizinan sekarang sudah dipermudah cukup ditangani camat," lanjutnya.

Keberadaan toko tradisional juga diminta untuk diperhatikan oleh OPD terkait. Hal itu berkaitan dengan pelaksanaan dilapangan jangan sampai terjadi masalah.

"Toko tradisional juga harus punya izin karena sudah ada aturannya dan wajib ditaati pedagang," lanjutnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan, sudah melakukan penutupan sejumlah toko modern. Setelah ditutup pihaknya juga telah mengawasi agar tidak terjadi pelanggaran susulan. 

"Dimasing masing wilayah sudah ada anggota yang mengawasi. Artinya kalau toko modern itu tetap nekat buka usaha lagi meski sudah tahu kesalahannya maka akan kami tidak lebih tegas lagi yakni penutupan paksa kembali," ujar Heru Indarjo. 

Heru menambahkan, dari sejumlah toko modern yang sudah ditutup beberapa diantaranya sudah mengajukan permintaan buka lagi dengan peralihan menjadi toko tradisional. Permintaan tersebut diperbolehkan sebatas mereka tetap memenuhi kewajiban mengurus izin usaha dan menjalankan aturan toko tradisional. (Mam)

BERITA REKOMENDASI