Belanja Dua Mobdin Wakil Ketua DPRD Lancar

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Berbagai program pembangunan yang sudah direncanakan, terpaksa dibatalkan pembiayaannya. Namun di tengah situasi sulit itu, pemeritah kabupaten Karanganyar justru belanja mobil dinas bagi wakil ketua DPRD.

Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD, Agus Haryanto mengatakan dua mobil dinas yang akan dibeli teruntuk dua Wakil Ketua DPRD yakni Rohadi Widodo dan Toni Hatmoko. Anggaran yang disediakan Rp888,9 juta.

“Rencana pengadaan dua mobil dinas itu sudah ditetapkan bersumber APBD 2021. Totalnya Rp 888,9 juta. Per unit maksimal Rp 445 juta. Ini sudah dimasukkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP),” kata Agus kepada KRJOGJA.com,  Jumat (26/03/2021).

Ia memastikan pengadaannya tak menyalahi ketentuan. Lagipula, mobil dinas yang dipakai keduanya bekas pakai pejabat sebelumnya. Usia pembuatan mobil dinas tersebut juga memenuhi ketentuan pembaruan fasilitas pejabat.

“Usia mobil dinas yang dipakai Pak Rohadi dan Toni sudah menahun. Menurut ketentuan, sudah bisa dilakukan pembaruan. Kita tidak boleh menunjuk merek dan spek-nya. Aturan ULP lebih spesifik,” katanya.

Pada 2020 lalu, Sekretariat DPRD juga belanja mobil dinas. Yakni dua unit Toyota Fortuner yang dinaiki Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo dan wakilnya Anung Marwoko. Pembelian mobil dinas ini dipastikan berlangsung mulus meski pembiayaan berbagai program pembangunan dikurangi untuk penanganan Covid-19.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Karanganyar, Kurniadi Maulato mengatakan hasil refokusing anggaran pada APBD 2021 dituangkan dalam perbup. Belum lama ini, ia menyebut refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 pada tahun ini rencananya mengambil jatah Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Bagi pemerintah daerah, perhitungan ulang pembiayaan berbagai program mutlak dilakukan.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono juga telah menyepakati perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2018-2023. Target-target pembangunan yang telah direncanakan, diprediksi tak bisa tercapai akibat pembiayaan yang tersedot di penanganan Covid-19.

“Di daerah menyesuaikan RPJM nasional.yang juga diubah. Penyebabnya sama. Anggaran tersedot untuk penanganan Covid-19. Lalu melemahnya perekonomian. Sehingga, banyak program yang semula sudah direncana, menjadi berubah,” katanya.

Sedangkan Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo menyebut pengadaan mobil dinas bagi dua wakilnya merupakan hal lumrah. Itu memenuhi prinsip keadilan.

“Mobil dinas ketua Fortuner. Nanti dua lagi yang akan dibeli, sesuai dengan aturan pengadaan mobil dinas. Ada standarnya. Termasuk cc dan warna. Agar membedakan saja itu mobil ketua dan itu mobil wakilnya,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI