Belasan Tenaga Kerja Asing Tinggalkan Sukoharjo

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Keberadaan tenaga kerja asing terus dipantau Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo. Sampai awal Oktober ini dari puluhan tenaga kerja asing belasan orang sudah kembali ke negara asalnya dan tidak lagi bekerja di Sukoharjo.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Bahtiyar Zunan, Jumat (5/10) mengatakan, pemantauan sudah rutin dilakukan petugas terhadap keberadaan tenaga kerja asing di Sukoharjo. Mereka tersebar bekerja dibeberapa sektor usaha mayoritas pabrik tekstil dan garmen. Namun ada juga yang bekerja disektor lain seperti mall, hotel dan rumah sakit.

Para pekerja tersebut sebelum masuk bekerja di Sukoharjo sudah memberikan laporan ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo. Selain itu laporan juga wajib dilakukan ke instansi lain sebagai bagian dari syarat masuk wilayah.

Dari puluhan tenaga kerja asing di Sukoharjo belasan orang diantaranya sudah tidak aktif. Mereka telah kembali pulang ke negaranya masing masing. Kepulangan mereka juga diketahui oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo setelah ada laporan masuk ke petugas.

"Tenaga kerja asing yang tidak lagi bekerja di Sukoharjo karena status mereka sudah putus kontrak ditempat asal kerjanya. Mereka kemudian kembali lagi ke negara asalnya," ujar Zunan.

Para tenaga kerja asing yang bekerja di Sukoharjo memang statusnya hanya sebagai pekerja kontrak. Mereka bekerja dalam waktu tertentu sesuai kontrak kerja semisal hanya satu tahun saja. Selanjutnya setelah selesai kontrak maka tidak lagi diperpanjang dan tenaga kerja asing tersebut harus pulang kembali ke negara asalnya.

Kembalinya tenaga kerja asing ke negara asalnya membuat Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo mencoret keberadaan mereka disini. Selanjutnya pemantauan dilakukan petugas dengan memantau keberadaan tenaga kerja asing yang masih ada.

"Keberadaan tenaga kerja asing sudah ada aturannya dalam aturan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Disana dijelaskan aturan berkaitan dengan perizinan sampai kewajiban membayar pajak," lanjutnya.

Zunan menambahkan meski posisi sekarang ada pengurangan jumlah tenaga kerja asing karena sudah putus kontrak namun tidak menutup kemungkinan masih ada perubahan. Sebab beberapa perusahaan besar akan menambah tenaga kerja asing untuk memenuhi kebutuhan.

Kemungkinan tersebut muncul karena ada kabar dari pihak perusahaan ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo. "Di Sukoharjo sekarang banyak industri berkembang diberbagai wilayah. Mereka membutuhkan tenaga kerja asing yang memiliki spesialis atau kualifikasi khusus," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI