Belum Banyak Perguruan Tinggi Menggelar PTM

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com -Ternyata hingga kini masih banyak perguruan tinggi yang belum berani menggelar Perkuliahan Tatap Muka (PTM), meski keputusan pelaksanaan PTM sepenuhnya sudah diserahkan kepada rektor. Mereka umumnya masih mempertimbangkan situasi dan kondisi terhadap peningkatan Covid 19.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Prof Dr Jamal Wiwoho mengatakan di lingkup majelis rektor yang memiliki 97 perguruan tinggi belum banyak yang melaksanakan PTM. Ada yang baru akan menggelar PTM pada akhir Oktober. Bahkan ada yang siap melaksanakan Januari 2022.

“Secara umum mereka sama, masih mempertimbangkan situasi dan kondisi terhadap peningkatan Covid 19,” kata Prof Jamal yang sehari hari sebagai rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (19/10/2021).

Sementara PTM di UNS masih terus berjalan, sejak dilaksanakan 7 September. “Sampai sekarang alhamdulillah lancar dan aman, tidak ada yang terpapar apalagi memunculan klaster. Tiap minggu dilakukan evaluasi,” imbuhnya.

Dijelaskan, PTM dilaksanakan secara bersyarat dan bertahap. Ini bukan sebagai keharusan. Kalau orangtua tidak mengijinkan, mereka bisa mengikuti kuliah dari rumah. Karena UNS menerapkan sistem hybrid earlening yang disiarkan secara online.

Prof Jamal ingin pelaksanaan PTM bisa terus bertambah. Sekarang masih dibatasi 30 persen dari kapasitas. Untuk mahasiswa semester 7 yang mulai melaksanakan praktekum di laboratorum diarahkan bisa bertatap muka. Begitu juga bagi yang sudah melakukan penulisan tesis. “Harapan kami prosentase mahasiswa yang mengikuti PTM bisa bertambah,” tambah Prof Jamal. (Qom)

BERITA REKOMENDASI