Berjudi di Parkiran Sekolah, 5 Pengangguran Ditangkap

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRjogja.com – Lima orang ditetapkan tersangka kasus perjudian. Empat diantaranya berhasil ditangkap sedangkan satu orang buron.

“Laporan dari masyarakat kita tindaklanjuti. Aparat sudah mengintainya, lalu menyergap saat mereka berjudi di lokasi,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Muchammad Syafi Maula dalam gelar barang bukti kasus perjudian di Mapolres, Selasa (16/3).

Mereka digerebek di sebuah tempat parkir sepeda yang biasa dipakai pelajar SMP di Desa Wonorejo, Kebakkramat pada Sabtu malam (20/2). Mereka adalah BE (56), K (47), J (41), B (50), dan M (58). Kelimanya pekerja serabutan dan pengangguran. Mereka bertaruh peruntungan pada judi jenis qiu-qiu.

Seorang tersangka M asal Desa Banjarharjo, Kebakkramat, Karanganyar mengaku tak selalu mujur. Tak jarang ia kehilangan modal sampai tombok.

“Kalau lagi mujur, sehari bisa dapat Rp 100 ribu. Itu pun habis buat makan anak istri. Saya pusing. Istri mendesak ini itu. Sedangkan saya enggak punya uang. Enggak ada proyek. Pekerjaan lain hanya serabutan. Situasi sulit ini sejak dimulai pandemi Covid-19 pada tahun lalu,” katanya.

Lebih lanjut Kapolres Karanganyar AKBP Muchammad Syafi Maula mengatakan Satreskrim telah menangkap sembilan tersangka dari beberapa TKP perjudian. Kini, para tersangka sedang diproses penyidikan. Mengenai keterkaitan masa pandemi dengan maraknya praktik perjudian, ia tak menyanggahnya. Meski, perjudian juga marak sebelum masa pandemi.

“Banyak macam perjudian. Laporan dari masyarakat tetap kita tindaklanjuti,” katanya.

Dalam kasus yang menjerat tersangka di Kebakkramat, polisi mengamankan uang tunai Rp1.606.000, satu tikar dan sembilan set kartu domino. Adapun pasal yang dilanggar adalah pasal 303 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun dan denda maksimal Rp10 juta. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI