Berkas Lengkap, Kasus Diksar Maut Mapala UII Masuk Tahap Baru

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar menyatakan berkas acara pemeriksaan (BAP) kasus diksar maut Mapala UII Yogyakarta komplit atau P21. Selanjutnya penyidik akan melimpahkan tersangka, Yud dan Ang, serta barang bukti ke Kejari.

“Akhirnya, berkas sudah memenuhi syarat formil dan materiil. Proses melengkapi dan penelitiannya terhitung 71 hari sejak pelimpahan berkas itu dari penyidik Polres Karanganyar ke Kejari pada pertengahan Februari lalu,” kata Kasi Pidum Kejari Karanganyar, Heru Prasetyo mewakili Kajari, I Dewa Gede Wirajana kepada wartawan di ruangannya, Selasa (25/4).

Ia tak menampik penyusunan BAP kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya tiga peserta diksar ke-37 TGC mapala UII Yogyakarta itu cukup rumit. Penyidik harus menjelaskan perbuatan penganiayaan di Tlogodringo, Gondosuli, Tawangmangu berkaitan kematian Muhammad Fadli, Syaits Asyam dan Ilham Nurfadmi Listia Adi.

Dalam penyerahan berkas tahap pertama, tim jaksa belum merasa puas karena penyidik tidak menjelaskan penyebab kematian Muhammad Fadli. Awalnya, korban tersebut dikira meninggal akibat hipotermia sehingga langsung dimakamkan tanpa dilakukan autopsi maupun visum et repertum (VER).

“Penyidik akhirnya menggandeng saksi ahli dari RSUP Dr Sardjito. Saksi tersebut ahli patologi anatomi yang menyatakan Muhammad Fadli meninggal dunia di lokasi diksar Tlogodringo,” jelasnya.

Baca Juga :

Rekaman Penganiayaan Diksar Mapala UII Bikin Miris
9 Panitia Diksar UII di DO, Polres Bantah Intervensi
Tersangka Baru Kasus Diksar Mapala UII Segera Disidik
Kasus Diksar Mapala UII, 20 Visum Luka Dikumpulkan
Rekonstruksi Diksar Maut Mapala UII, Keluarga Korban Kecewa Berat

Rencananya, penyidik Polres Karanganyar menyerahkan dua tersangka berikut barang bukti ke Kejari pada Kamis (27/4). Nantinya, Yud dan Ang yang semula berstatus tahanan Polres berganti menjadi tahanan kejaksaan. Heru mengatakan, keduanya akan dititipkan ke Rutan Klas I Surakarta. Di tangan jaksa, pemeriksaan keduanya dibatasi 21 hari sebelum berkasnya dilimpahkan ke pengadilan.

“Diusahakan sebelum 20 hari sudah selesai pemeriksaannya. Kami juga bisa mengajukan perpanjangan penahanan 30 hari lagi apabila pemeriksaan belum selesai,” katanya.

Saat ini, enam jaksa yang ditunjuk menangani kasus itu tengah menyusun rencana dakwaan (rendak). Dua tersangka dijerat pasal 170 KUHP dan 351 KUHP tentang penganiayaan dengan hukuman penjara lebih dari lima tahun.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Rohmat Ashari mengatakan penyidik butuh waktu dua bulan lebih melengkapi BAP kasus tersebut.

“Tidak masalah menyusunnya agak lama. Daripada nanti jadi celah saat persidangan karena tidak lengkap bukti maupun keterangan saksi,” katanya.

Ia mengaku bakal menghubungi tim pengacara Yud dan Ang, yakni Achiel Suyanto S & Partners, terkait perkembangan kasusnya. (R-10)

 

BERITA REKOMENDASI