Bersumber Pancasila Semangat Gotong Royong Hadapi Pandemi

Editor: Ary B Prass

SOLO, KRJOGJA.com– Lonjakan luar biasa kasus Covid-19 di Indonesia menjadikan keprihatinan tersendiri. Melonggarnya kewaspadaan masyarakat dalam mempraktikkan 3M membuat pandemi terjadi dalam beberapa gelombang.

Di antara faktor yang memperburuk, yakni rendahnya kesadaran terhadap resiko penularan Covid-19 atau bahkan ketidakpercayaan pada data ilmiah tentang virus corona dan penyebarannya. Adanya keyakinan bahwa persoalan hidup mati yang berkuasa mengatur hanyalah Tuhan dan tidak perlu mempraktikkan 3M sebagai ikhtiar menjaga kesehatan bersama adalah salah kaprah.

“Keyakinan yang keliru tapi diyakini banyak orang ini telah menciptakan dampak yang sangat merusak. Banyak yang tidak percaya ajakan 3M didasarkan pada data-data ilmiah,” tegas Kepala BPIP Prof KH Yudian Wahyudi saat memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda Periode III UNS, Sabtu (26/6/2021).

Karena itulah sambung mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan kepercayaan pada ilmu serta data ilmiah menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dijawab dunia pendidikan saat ini. Fakta tentang rendahnya kepercayaan pada sains di kalangan masyarakat dalam kasus Covid-19 harus diakui menunjukkan adanya kesenjangan antara dunia akademik dengan dunia sosial pada umumnya.

“Dunia akademik kerap sibuk berbicara dengan teori dan prosedur ilmiah yang sulit dijangkau nalar umum dengan spektrum waktu yang panjang. Sebaliknya, masyarakat awam cenderung berpikir sederhana, berorientasi praktis dan berbasis keseharian. Dengan pendekatan yang berbeda ini, keduanya seolah berjalan tanpa menyapa satu-sama lain,” urainya.

Agar keduanya bertemu, Prof Yudian mengatakan penting kiranya melakukan reorientasi pemaknaan Tri Darma perguruan tinggi. Pandemi Covid-19 memberikan momentum untuk memikirkan ulang relasi antara sains, dunia akademik, masyarakat dan kemanusiaan. Dunia akademik dan pendidikan tinggi sudah memulai reorientasi dengan model pendidikan atau pembelajaran jarak jauh, yang sebelumnya sempat diperdebatkan keabsahannya sebelum pandemi.

BERITA REKOMENDASI