Besok, UNS Kukuhkan 3 Guru Besar Baru

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Narasi promosi destinasi wisata berbahasa Inggris secara online belum dilakukan secara maksimal. Akibatnya narasi itu tidak memberikan efek wisatawan untuk datang. 

"Padahal narasi promosi itu seharusnya untuk mendorong seseorang datang ke daerah tujuan wisata," jelas Prof Dra Diah Kristina MA PhD, guru besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin (20/1).

Dalam penelitiannya ia menemukan mayoritas narasi promosional masih bersifat deskriptif dan informatif. Di sini tampak jelas kurangnya variasi dan kreatifitas bernarasi dalam bahasa Inggris. "Jadi sangat jarang ditemukan kalimat majemuk dan kalimat kompleks, rata-rata content writer lebih menyukai konstruksi kalimat pendek dan sederhana," katanya.

Menurut Prof Dyah, narasi berbahasa Inggris lebih banyak difokuskan pada kondisi geografis, keindahan alam, dan latar belakang kesejarahan objek wisata. Informasi seperti itu sudah banyak tersebar di berbagai sumber informasi seperti Wikipedia, Google search engine, dan buku panduan wisata lainnya.

"Idealnya narasi promosi berisi ajakan yang bersifat menggerakkan dan mempengaruhi pembaca agar mengunjungi destinasi wisata yang dipromosikan," kata Prof Dyah. Ia adalah satu dari tiga guru besar baru UNS yang akan dikukuhkan rektor Prof Dr Jamal Wiwoho SH MH, Selasa (21/1).

Dua lainnya yakni Prof Dr Eddy Heraldy, MSi, guru besar bidang Ilmu Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Prof Dr Drs Mulyanto MPd, guru besar bidang Ilmu Pendidikan Seni Rupa Luar Sekolah pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). (Qom)

 

UNS

BERITA REKOMENDASI