BI Kenalkan QRIS ke Pelaku Usaha Mandiri

Di masa pandemi, komunikasi tatap muka memang dibatasi. Namun dengan perangkat IT, hal itu bisa bersolusi. Menurutnya,UMKM memegang peranan penting dalam membangkitkan perekonomian yang sedang lesu. Produk rumah tangga kian mendominasi perdagangan dalam negeri. Bagi sebagiam besar penduduk Indonesia yang belum teredukasi teknologi informasi, komunikasi verbal tetap dibutuhkan.

“Enggak semua pelaku UMKM bisa mengakses marketplace. Mereka yang kemampuan terbatas seperti lansia masih bingung mau masang produk di mana dan transaksi seperti apa, maka dari itu butuh pendampingan dari kalangan milenial dan pemerintah,” katanya.

Sementara itu Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Prastowo di hadapan peserta pelatihan dari kalangan pelaku usaha mandiri menyebut pentingnya transaksi non tunai. Selain menghindari penularan penyakit akibat kontak langsung sarana uang tunai dan kartu debit, transaksi nontunai lebih mudah, murah dan cepat. Ia menyodorkan aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

BERITA REKOMENDASI