BI Solo Dorong Penerapan Pembayaran Sistem QRIS

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Bank Indonesia Solo mendorong penerapan pembayaran sistem digital melalui kode QR menjadi QR Indonesian Standart (QRIS). Quick Response Indonesian Standard ini selain diterapkan kepada merchant, juga pedagang pasar Singosaren dan Nusukan Solo serta pasar Gawok Sukoharjo.

Mereka difasilitasi pengembangan pembayaran QRIS yang diyakini lebih cepat dan efisien. “Dengan QRIS perekonomian lebih efisien dan perputaran uang lebih cepat. Maka kita ingin akselerasi QRIS lebih cepat,” jelas Kepala Perwakilan BI Solo, Bambang Pramono kepada wartawan, Rabu (04/03/2020).

Dengan sistem pembayaran digital seperti QRIS akan mengurangi biaya cetak uang. Tidak hanya itu biaya pengelolaan uang juga akan turun. “Setiap hari kami mengelola uang dengan cara menghitung. Jika QRIS berkembang maka biaya pengelolaan akan berkurang. Jadi QRIS bermanfaat meningkatkan efisiensi perekonomian,” tambahnya.

Dalam upaya sosialisasi BI akan menggelar Pekan QRIS 9-15 Maret dengan target memberikan pemahaman kepada merchant maupun konsumen. Dalam rangka itu BI juga mengajak Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) agar mengintegrasikan kode QR menjadi QR Indonesian Standart (QRIS).

Kristanto dari BCA menyatakan QRIS harus dilakukan. Pihaknya tidak saja melakukan sosialisasi QRIS, tapi juga telah merobah aplikasi Sakuku menjadi QRIS. Sementara Jamal, seorang pedagang kelontomg mengaku terbantu dengan QRIS. Tanpa membawa uang, pembeli tetap bisa melakukan transaksi. (Qom)

BERITA TERKAIT