Blangko E-KTP Tersedia Cukup, Pengiriman Berkas Dibantu Admin Desa

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Persediaan blangko E-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karanganyar mencukupi kebutuhan cetak dokumen kependudukan itu. Pengurusannya juga lebih sederhana dan mudah karena dibantu admin desa/kelurahan.

Kasi Identitas Penduduk Disducapil Karanganyar, Warsini mengatakan pemohon adminduk tidak perlu datang sendiri ke kantor dinas Capil untuk mengurus berkas. Admin desa yang ada di kantor desa atau kelurahan akan melayani kebutuhan tersebut. Berkas yang sudah diproses di kantor Disdukcapil akan dikirim ke rumah pemohon oleh admin desa. Sebelumnya, petugas itu membawa berkas dari pemohon ke kantor Disdukcapil.

“Layanan ini baru saja dibuka sebelum Ramadaan lalu. Jadi, perangkat desa yang bertugas sebagai admin desa melayani masyarakat yang membutuhkan dokumen penting seperti KTP, KK, akta kelahiran, kematian, KIA. Asalkan berkas syaratnya lengkap, maka tinggal dibawa ke admin desa. Dialah yang bertugas membawa berkas itu untuk diproses ke kantor Disdukcapil. Setelah jadi, akan diantarkan ke pemohon. Layanan ini gratis,” katanya kepada KR, Kamis (27/05/2021).

Selain itu, pemohon juga bisa mengambil sendiri berkas yang sudah diproses ke kantor Disdukcapil sesuai informasi penjadwalan. Warsini mengatakan terdapat 24 layanan adminduk di kantornya. Terkait rekam data e-KTP, pemohon harus datang sendiri.

Kebutuhan itu dipastikannya terlayani seiring persediaan blangko yang mencukupi. Kali terakhir mengambil logistik, Karanganyar dijatah 10 ribu keping.

“Ambil terakhir ke Semarang pada 29 April kemarin. Dapat 10 ribu keping. Itu pun belum sebulan kemungkinan sudah habis. Idealnya, kebutuhan kita tercukupi kalau diberi 20 ribu keping. Usai diterima langsung didistribusi ke 17 kecamatan. Kalau habis minta lagi, berjenjang ke provinsi dan pusat,” katanya.

Saat ini sudah tidak berlaku surat keterangan (suket) atau KTP sementara. Suket dipakai saat ketersediaan blangko minim. “Dulu pakai suket bisa. Sekarang silakan rekam e-KTP. Akan diberi keping KTP elektronik berisi data pribadi kependudukan. Lagipula aplikasi suket sudah ditarik,” katanya.

Ketersediaan blangko yang mencukupi, memungkinkan masyarakat mengganti foto dirinya. Termasuk foto KTP berjilbab. “Yang dulunya belum berjilbab mau pakai jilbab di KTP, silakan foto lagi enggak masalah. Keping KTP tersedia. Bagi yang mau ubah komponen data juga dipersilakan. Seperti status pekerjaan maupun perkawinan asalkan ada dokumen pendukungnya,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI