BLK Komunitas Lahirkan Santri Interpreneur

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Keberadaan balai latihan kerja di lingkungan pesantren dapat dimanfaatkan para santri untuk meningkatkan kompetensinya di dunia wirausaha.

Hal ini membuktikan pesantren tidak hanya melahirkan kader-kader berpendidikan agama kuat, namun juga interpreneur. Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah saat menghadiri peresmian gedung BLK dan gedung SMP Daarul Quran serta peletakan batu pertama pembangunan gedung SMA dan perumahan Asatizh Daarul Quran di Desa Paulan, Colomadu, Selasa (27/11). 

"Hingga tahun 2019 ini sudah dibangun 1.125 BLK komunitas dimana komunitas itu bukan saja yang berbasis agama Islam namun juga agama lainnya,” kata Ida Fauziyah kepada wartawan usai peresmian.

Ia optimis pada tahun 2020 akan dibangun 2.000 BLK komunitas di seluruh Indonesia, sehingga totalnya menjadi sekitar 3.125 unit. Penambahan ini terus dilakukan untuk mendukung program latihan bagi para pemegang kartu pra kerja yang diperkirakan mencapai 2 juta orang. Sehingga nantinya tak hanya dari BLK milik pemerintah saja yang menangani pelatihan, namun juga lembaga kursus swasta. Lebih lanjut Ida mengatakan bahwa ada tiga kelompok masyarakat yang nantinya dapat menerima manfaat. Yakni para pencari kerja, kedua untuk para pekerja yang membutuhkan upskilling dan reskilling.

Ketua Yayasan Daarul Quran M Adib Aji Putra menarget santri yang lulus SMP wajib hafal 15 juz. Saat ini ada 5 santri tingkat SMP yang telah hafal Al quran sebanyak 30 juz.

"Daarul Qur’an Paulan Colomadu di huni sekitar 600 santri yang belajar di tingkat SMP, sedangkan untuk tingkat SMA masih dititipkan di SMA Al Azhar," kata Adib.

Asisten II Sekda Karanganyar, Siti Maisyaroch yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan terima kasih kepada yayasan Daarul Quran yang telah banyak berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan Al quran. Kiprah mereka berdampak positif terhadap perkembangan masyarakat qurani dan islami.

Selaras dengan visi misi Bupati Karanganyar terkait peningkatan kualitas keagamaan, maka akan diluncurkan program satu desa satu hafidz. Untuk itu Siti berharap agar ketua yayasan Daarul Quran dapat bertemu dan membahas secara langsung dengan Bupati Karanganyar guna kelanjutan serta keberhasilan program tersebut. ( Lim)

 

BERITA REKOMENDASI