Bos Wong Solo Group Ramaikan Calwakot Solo, Ini Alasannya

SOLO, KRJOGJAA.com –Menjelang pemilihan Walikota (Pilwalkot) Solo tahun 2020 muncul lagi nama kandidat yang bakal ikut berlaga yakni Puspo Wardoyo. Puspo Wardoyo yang asli Laweyan, Solo itu dikenal sebagai pengusaha ratusan gerai ayam goreng tersebar di seluruh Indonesia, yang mulai usahanya dari bawah.

Puspo Wardoyo kepada wartawan di gerai kuliner miliknya di Solo, Senin (23/10/2019) mengatakan berniat nyalon sebagai kepala daerah seperti Walikota Solo, itu merupakan bentuk jabatan pengabdian. "Sehingga pejabat publik seperti Walikota atau Wakil Walikota harus mampu mensejahterakan rakyat yang dipimpinnya."ujarnya.

Walikota Solo, lanjut Puspo, nantinya harus benar-benar figur yang siap berkorban, sebab jabatan publik ini tidak untuk kepentingan pribadi, keluarga dan golongan tertentu, tetapi untuk meningkatkan kesejahteraan warganya” ujar Puspo Wardoyo yang juga dikenal sebagai Bos Wong Solo Group itu.

Puspo mengakui sehubungan dengan ramainya bursa calon Walikota Solo yang bakal di gelar serentak tahun 2020 mendatang,  Puspo Wardoyo termasuk orang yang telah di dekati sejumlah partai untuk dicalonkan sebagai Walikota Solo. “Saya belum memutuskan menerima atau tidak, karena untuk terjun di dunia politik butuh berbagai pertimbangan. Terutama dukungan keluarga, sebab jabatan publik ini sungguh tidak menarik secara finansial” papar pengusaha itu.

Diakui Puspo, pihaknya harus 'nembung' atau minta ijin  keluarga besarnya dulu, sebelum memutuskan untuk maju sebagai bakal calon Walikota Solo.
Jadi  seandainya bersedia, maka harus berkorban secara finansial. Lebih jauh pemilik 283 gerai ayam goreng "Wong Solo "yang tersebar di berbagai kota di Indonesia ini mengatakan, pihaknya masih enggan menyebutkan partai yang pernah menggandengnya, karena dia akan lebih dulu mempelajari dinamika  politik di Solo, serta kemauan warga Solo terhadap pemimpinnya pada periode mendatang.

Mungkin pada bulan Oktober mendatang, Puspo baru akan bersilaturahmi dengan para tokoh di Kota Solo. Sekaligus peluncuran buku otobiografinya yang berjudul ‘Perjalanan Bisnis & Dakwah, Iman Hijrah Jihad". Puspo selama ini di kenal sebagai tipe orang yang tidak senang mengejar jabatan untuk memenuhi kehidupannya, lebih dari itu, justru semangat kewirausahaan warga Solo yang sudah teruji dan terbukti ini yang perlu mendapat dukungan.

Dengan demikian seandainya dia benar-benar maju sebagai calon Walikota Solo juga perlu dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk instansi maupun dinas terkait, tokoh masyarakat serta pengusaha Solo untuk dilibatkan dalam rangka membangun Kota Solo ke depan. “Tanpa dukungan dari semua pihak , Walikota Solo tidak bisa berbuat banyak untuk mewujudkan cita-cita warga Kota Solo” pungkasnya. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI