BPBD Siapkan Fasilitator, Pembentukan Destana Berlanjut

KARANGAYAR, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar segera membentuk desa tanggap bencana (Destana) di Desa Nglegok Kecamatan Ngargoyoso, Desa Menjing Kecamatan Jenawi dan Desa Karangsari Kecamatan Jatiyoso. Pelatihan sukarelawan mengawali pembentukannya.

Kasi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Karanganyar, Hartoko mengatakan pembentukan Destana di tiga desa itu melanjutkan program mitigasi kebencanaan daerah di area rawan longsor. Sebelumnya, destana di Karanganyar telah terbentuk di sembilan desa. Destana akan dibentuk di tiga desa yakni Nglegok, Menjing dan Karangsari pada November nanti.  “Tingkat kerawanannya tinggi. Pada akhir 2019 kemarin sudah terjadi longsor di desa-desa itu. Maka dibutuhkan perkuatan dalam hal edukasi dan pengadaan sarana pencegahan. Di Menjing, ada dua dusun yang juga rawan yakni Dusun Jambon dan Guntur. Dibutuhkan rambu jalur evakuasi. Lagipula EWS (early warning system) hilang,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya.

Jelang pembentukan destana, BPBD memberi pelatihan 15 orang fasilitator. Mereka menjalani pelatihan selama empat hari, 19-22 Oktober 2020. Adapun materinya mulai menata organisasi, mitigasi sampai pembuatan EWS. “15 fasilitaror diterjunkan ke tiga desa itu. Dalam program ini, per desa diberi anggaran Rp 50 juta. Itu hanya cukup untuk sosialisasi saja ke masyarakat sampai dua hari. Tidak sampai ke pengadaan alat,” katanya.

Ke depan, ia berharap masing-masing desa menyelenggarakan destana secara mandiri alias non APBD. Sejauh ini Destana di Karanganyar terbentuk di Tawangmangu, Desa Balong (Jenawi) dan Desa Berjo (Ngargoyoso) pada 2015. Kemudian Desa Gempolan dan Plosorejo (Kerjo), Desa Gerdu dan Karangpandan (Karangpandan) pada 2019 dan Desa Ngargoyoso dan Kemuning (Ngargoyoso) pada 2020. “Untuk destana di Ngargoyoso diinisiasi KKN UNS,” katanya.

Tujuan pembentukan destana supaya masyarakat mampu menganalisa risiko bencana alam, menentukan tindakan mitigasi, rencana kontijensi, membuat peta rawan bencana hingga pembuatan sistem peringatan dini. (Lim)

BERITA REKOMENDASI