BPBD Sukoharjo Belum Terima Pengajuan Droping Air Bersih

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Belum ada satupun desa yang mengajukan permohonan bantuan droping air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo. Hingga Agustus kebutuhan air bersih warga masih terpenuhi dari sumur maupun Pamsimas.

Kepala BPBD Sukoharjo Suprapto, Selasa (30/8) mengatakan, hingga akhir Agustus air bersih sangat melimpah. Hal tersebut disebabkan karena kondisi cuaca dimana hujan masih sering turun. Wilayah rawan kekeringan seperti di Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu yang biasanya pada bulan seperti sekarang banyak mengajukan permohonan bantuan droping air bersih, saat ini sama sekali tidak ada pengajuan.

“Kondisi sekarang kemarau basah dimana hujan masih sering turun disaat musim kemarau. Stok air di sumur warga masih melimpah termasuk juga di Pamsimas,” ujar Suprapto.

BPBD Sukoharjo pada musim kemarau basah seperti sekarang sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Salah satunya di Desa Kamal, Kecamatan Bulu. Warga disana mendapatkan air bersih dari sumur milik pribadi di rumah maupun sumber lainnya. “Biasanya pada Agustus sudah puluhan pengajuan permohonan dari datang desa. Tapi sekarang satupun belum ada yang mengajukan,” lanjutnya.

Selain sumur milik warga dari pantauan BPBD Sukoharjo stok air melimpah juga dilihat di saluran irigasi. Para petani masih bisa memanfaatkanya untuk kebutuhan pertanian.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa menambahkan, kebutuhan air bersih untuk warga di wilayah rawan kekeringan masih terpenuhi. Pihaknya juga sudah mendapatkan informasi dari BPBD Sukoharjo dimana belum ada pengajuan permohonan bantuan droping air bersih. “Kebutuhan air bersih warga masih terpenuhi dari sumur. Belum ada droping air bersih. Dana tidak terduga untuk bencana alam sudah disiapkan. Kalau tidak terpakai nantinya tetap akan dikembalikan ke kas daerah,” ujarnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI