BPBD Sukoharjo Pantau Pergerakan Debit Air Bengawan Solo

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Debit air Sungai Bengawan Solo terus mendapat pemantauan ketat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo. Titik pantau utama petugas yakni di bawah jembatan bacem Telukan, Grogol. Sedangkan secara khusus pemantauan dilakukan di posko induk di Jurug, Kota Solo. Hasil sementara diketahui status siaga hijau atau stabil. Masyarakat diminta waspada banjir karena kondisi cuaca sekarang sudah masuk puncak musim hujan.

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto, Selasa (18/2) mengatakan, koordinasi antar petugas lintas daerah semakin diintensifkan sekarang. Sebab kondisi yang terjadi sekarang sudah masuk puncak musim hujan diperkirakan mulai Februari-Maret mendatang. Curah hujan yang tinggi membuat debit air di Sungai Bengawan Solo mengalami peningkatan signifikan. Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa menyebabkan banjir di wilayah Sukoharjo.

BPBD Sukoharjo memantau debit air aliran Sungai Bengawan Solo dititik utama di bawah jembatan bacem Telukan, Grogol. Namun secara keseluruhan pemantauan serupa juga dilakukan dibeberapa titik lain seperti di wilayah Kecamatan Mojolaban.

“Pergerakan debit air Sungai Bengawan Solo terus kami pantau setiap hari. Terlebih lagi saat curah hujan mengalami peningkatan seperti sekarang. Pemantauan juga kami lakukan disejumlah sungai lain yang bermuara di Sungai Bengawan Solo,” ujarnya.

Sistem tersebut dilakukan mengingat kondisi aliran di Sungai Bengawan Solo juga dipengaruhi suplai air dari sungai lainnya. Apabila kondisi Sungai Bengawan Solo penuh maka air dari sungai lain dipastikan akan meluap dan menyebabkan banjir lokal di wilayah setempat. Hal itu harus disikapi serius BPBD Sukoharjo dengan menyiapkan petugas dan alat pompa penyedot sebagai pembuang.

Khusus untuk alat berupa pompa air BPBD Sukoharjo masih membutukan tambahan. Pengajuan sudah dilakukan ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) namun belum terealisasi. Pompa air dibutuhkan sebagai alat pembuang air dari sungai lain disaat kondisi debit air di Sungai Bengawan Solo penuh. Hal itu dilakukan mengingat limpasan air dari Sungai Bengawan Solo bisa menyebabkan banjir.

“Disaat puncak musim hujan seperti sekarang kondisi status masih siaga. BPBD Sukoharjo terus memantau dan dalam perkembanganya memang banjir di Sukoharjo terjadi karena banjir lokal. Artinya banjir akibat luapan sungai atau kali setempat dan Sungai Bengawan Solo secara keseluruhan belum banjir,” lanjutnya.

Sri Maryanto menambahkan, kondisi wilayah terdampak banjir pada Minggu (16/2) lalu di Kecamatan Nguter dan Bulu sudah terkendali. Meski begitu, BPBD Sukoharjo meminta bantuan pada pihak terkait untuk membantu pembersihan aliran air sungai karena banyak ditemukan tumpukan sampah dan material bambu. Pembersihan secepatnya perlu dilakukan agar aliran air lancar dan tidak menyebabkan banjir susulan. (Mam)

BERITA TERKAIT