BPJS Kesehatan Beri Kelonggaran Pembayaran Iuran

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Di tengah pandemi Covid 19, BPJS Kesehatan memberikan relaksasi bagi peserta yang nunggak pembayaran iuran cukup banyak. Agar status kepesertaan tetap aktif, mereka diberi kelonggaran cukup melunasi enam bulan.

“Begitu bayar 6 bulan langsung aktif,” jelas dr Rahmad Asri Ritonga, Plh kepala BPJS kesehatan Solo, Selasa (23/6)

Sisa pelunasan masih diberikan kelonggatan sampai 2021. Kebijakan itu diberikan karena cukup banyak peserta yang terdampak Covid 19 diantaranya terkena PHK. Di Boyolali sedikitnya ada 6.000 yang kehilangan pekerjaan. BPJS Solo juga merasakan hal itu.

“Mereka yang terkena PHK ada yang melakukan mutasi ke mandiri atau PBI Jaminan Kesehatan,” ujar Asri usai pemaparan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan. Berdasarkan data, peserta yang menunggak hanya sekitar 19 persen. Jadi 81 persen, peserta tercatat rutin membayar premi.

Sejak pandemi Covid 19, BPJS diberi tugas berperan dalam melakukan verifikasi klaim. Karena selama ini telah dianggap memiliki sistem. “Kami ditunjuk memverifikasi klaim dari rumah sakit yang kemudian dibayarkan oleh pemerintah.”

Dijelaskan, semua yang berkaitan dengan pasien Korona masuk ke Gugus Tugas Covid-19. Termasuk rapid dan swab test. “Kami hanya diberi peran memverifikasi saja,” kata Asri yang didampingi Asisten Deputi Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik Kanwil BPJS Kesehatan Jawa Tengah-DIY Abdul Aziz dan kepala BPJS Boyolali Juliansyah.-(Qom)

 

BERITA REKOMENDASI