BPJS Solo Biayai Pelayanan Lebih Besar Dari Iuran yang Diterima

 

SOLO, KRJOGJA.com – Kondisi keuangan BPJS Kesehatan Cabang Surakarta tercatat antara pengeluaran dan pemasukan diibaratkan besar pasak dari pada tiang. Jumlah biaya pelayanan yang harus dibayarkan sampai Oktober 2021 sebesar Rp 1,9 triliun, sedangkan nominal iuran yang diterima hanya Rp 710,21 miliar dari total pendapatan iuran Rp 779,73 miliar.

Walau adanya ketimpangan antara pemasukan dan pengeluaran, namun tidak masalah. “Itu bisa ditutup dengan gotong royong iuran kolektif secara nasional,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, dr Yessi Kumalasari MPH AAAK dalam media workshop di Canting Londo Kitchen Laweyan, Rabu (08/12/2021).

Yessi menjelaskan BPJS Kesehatan Cabang Surakarta mendapat subsidi dari cabang lain yang pemanfaatannya rendah. Kondisi ini disebabkan akses layanan di beberapa wilayah untuk rumah sakit tipe A dengan pelayanan canggih belum terdistribusi sempurna sampai saat ini. Pembiayaan di Cabang Surakarta besar karena mempunyai rumah sakit tipe A lebih besar yang melayani semua pasien.

Disebutkan kondisi saat ini belum bisa dikatakan rebound. Peningkatan pelayanan peserta meningkat masih didominasi infeksi saluran pernapasan atas. Sampai dengan data terakhir November, baru bisa dibilang terjadi peningkatan. Rujukan ke rumah sakit masih di angka 17 persen secara umum.

Untuk kepesertaan per 1 November menunjukkan ada pertumbuhan jumlah peserta. Sehingga angka Universal Health Coverage (UHC) di Kota Solo meningkat menjadi 94,15 persen. Peningkatan kepesertaan juga terjadi di Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, dan Sragen.

BERITA REKOMENDASI