BPKH Salurkan Dana Kemaslahatan Umat Rp195 Miliar

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan dana kemaslahatan umat Rp195 miliar pada tahun ini. Dana yang disalurkan tersebut bersumber efisiensi serta pengelolaannya secara terpisah.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu menegaskan dana kemaslahatan umat yang disalurkannya, bukan bersumber dana setoran awal jemaah calon haji.

“Jangan bikin hoax (dana kemaslahatan) dari setoran haji. Dana kemaslahatan itu dari efisiensi yang dikelola secara terpisah. Misalnya, ongkos naik haji terkumpul Rp15 triliun. Taruhlah habis Rp14,5 triliun. Ada penghematan juga di hotel dan makanan. Itu disisir lalu dijadikan dana abadi umat,” katanya saat menyerahkan secara simbolis mobil ambulans dan tangki air bersih ke LazisMU Karanganyar, Senin (8/3).

Disebutnya, setoran ongkos naik haji terkumpul Rp145 triliun. Dari jumlah itu dana kemaslahatan Rp3,7 triliun. Kemudian efisiensi dan pengembangannya menghasilkan Rp220 miliar setahun. Sesuai persetujuan DPR, dipakai Rp195 miliar untuk dana kemaslahatan. Dikatakannya, dana kemaslahatan ibarat CSR perusahaan yang membantu memberi solusi masyarakat. Dalam hal ini, DPKH menyalurkannya berupa pembangunan masjid, sekolah madrasah atau masjid. Namun, terikat proporsi. “Dana abadi umat dikembalikan ke umat. Proporsi sesuai jumlah jemaah haji suatu daerah. Saat ini terbesar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat,” katanya.

BERITA REKOMENDASI