Bukan Kampanye, Apel Akbar Santri Diadakan Sabtu

SOLO, KRJOGJA.com – Sempat tertunda hingga dua kali, Apel Akbar Santri Nusantara dipastikan berlangsung  Sabtu (20/10) di Beteng Vasternburg. Apel akbar yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi), serta sekitar 50 ribu santri dari berbagai pelosok di Indonesia tersebut, bukan sebagai agenda kampanye, sehingga seluruh peserta tidak diperbolehkan mengenakan atribut berbau kampanye ataupun simbol partai politik.

Ketua Pengurus Pusat Rabitah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), Abdul Ghoffar Rozin, selaku penyelenggara apel akbar, kepada wartawan di Hotel Kusuma sahid, Kamis (18/10), menegaskan, kehadiran Jokowi dalam agenda tersebut, dalam kapasitas sebagai Presiden Republik Indonesia, bukan Calon Presiden (Capres). 
Apel Akbar Santri Nusantara dilangsungkan terkait dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober, sebagaimana ditetapkan Presiden Jokowi tahun 2015 silam. Apel akbar, semula dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober bersamaan dengan grand final Liga santri di Stadion Sriwedari. Namun, karena kesibukan Presiden Jokowi, acara tersebut ditunda hingga 13 Oktober di tempat yang sama. Namun, penjadwalan ulang itu, tak bisa direalisasikan, sehingga ditunda lagi hingga Sabtu (20/10) depan, dan berpindah tempat ke Beteng Vasternburg. 

"Kami harus menyesuaikan jadwal kegiatan Pak Jokowi, sebab kehadiran seorang presiden sebagai bentuk kehadiran negara dalam kegiatan ini," ujarnya. 

Merujuk tema sentral 'Santri mandiri, NKRI Hebat', jelas pria yang akrab disapa Gus Rozin, apel akbar menjadi wahana bagi kalangan santri untuk meneguhkan kembali komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ulama dan santri sejak dulu hingga sekarang, menjadi motor penggerakkesatuan nasional, menjaga Pancasila serta merawat perbedaan.  "Indonesia sebagai 'nation state'  dengan Pancasila sebagai ideologi, adalah final, tidak berbenturan dengan nilai-nilai agama," tegasnya. (Hut)

BERITA REKOMENDASI