Buku Inspiratif dari Haji Mulyanto Utomo Penyandang Paraplegia Inferi Diluncurkan

SOLO, KRJOGJA.com – Penyandang disabilitas yang juga wartawan senior Mulyanto Utomo mengatakan penyandang disabilitas meski harus duduk di kursi roda tidak menjadi halangan tetap dapat menjalani seluruh prosesi atau rukun ibadah haji di Mekah Almukaromah.

"Ibadah haji itu salah satu kuncinya memang harus memiliki fisik yang prima. Baik dari kesehatan maupun mobilitasnya. Kebetulan saya ada keterbatasan mobilitas. Namun bukan berarti itu menjadi kendala, karena terbukti saya bisa menjalani ibadah haji dengan lancar. Memang tantangannya lebih berat dibanding dengan orang yang normal, butuh strategi dan semangat tersendiri. Pengalaman dan kisah yang saya alami di sana itulah yang saya tuliskan dalam bentuk buku." ujar Haji Mulyanto Utomo saat penerbit Smart Media menggelar acara launching dan bedah buku berjudul "Orang Lumpuh Naik Haji".
Acara ini digelar di Rumah Makan Taman Sari, Jalan Adi Sucipto,  Minggu (18/8/2019) .

Mulyanto didampingi istrinya Hajjah Andriani Kusumaningrum dan pembedah buku Ustadz Bambang Nugroho Putro dari Kelompok Bimbingan Haji (KBH) Mandiri.
Sebelum acara inti launching dan bedah buku, digelar perayaan wedding anniversary pasangan Mulyanto dan Andriani yang ke-28.

Pasangan Mulyanto – Andriani Kusumaningrum ini menikah pada 17 Agustus 1991, dan telah dikaruniai empat orang putra-putri.
Putra pertama telah menikah, dan memberikan seorang cucu bagi Mulyanto dan istri. 

Dalam cover belakang buku tertulis,  ketika seorang muslim ingin menjalankan ibadah haji dan umrah, mereka sejatinya tak sekadar butuh niat, tetapi juga benar-benar perlu ikhtiar yang nyata.

“Ini memang bukan buku agama, tetapi kisah pengalaman saya sebagai difabel paraplegia saat menjalankan ibadah umrah dan haji,” tutur Mulyanto.

Alumnus Jurusan Komunikasi Massa Fisipol UNS Solo tersebut menyampaikan bahwa ibadah haji bukanlah ibadah yang ringan untuk dijalankan. Ibadah haji perlu persiapan fisik dan mental yang benar-benar ekstra, apalagi bagi dirinya yang merupakan seorang difabel paraplegia.
“Saya tidak menyangka akhirnya bisa menjalankan ibadah haji ke tanah suci Mekah pada tahun 2017 yang lalu,” tutur Mulyanto mengenang.

“Semua ini tak lepas dari berbagai dukungan yang diberikan istri, anak-anak, keluarga, dan kerabat.” ujarnya.
Mulyanto menceriterakan pengalaman hidupnya hingga mengalami kelumpuhan.

Akibat kecelakaan mobil, tahun 2008 , Mulyanto tak bisa berjalan karena lumpuh total dari pinggang hingga ujung kaki, sehingga sehari-hari memakai kursi roda..Meski sebagai penyandang difabel paraplegia, tidak menyurutkan langkahnya untuk menjalani hidup dan kehidupan termasuk mentasbiskan niat untuk dapat menunaikan rukun Islam ke lima, naik haji ke tanah suci Mekah.

Jurnalis senior yang dikenal sebagai mantan Pemimpin Redaksi Koran Solo Pos ini mengatakan  semua riwayat proses menunaikan rukun Islam ke lima yakni naik haji diceritakan di buku "Orang Lumpuh Naik Haji" .

Sementara Ustadz Bambang Nugroho Putro dari Kelompok Bimbingan Haji (KBH) Mandiri mengatakan bahwa buku "Orang Lumpuh Naik Haji " penuh hikmah.

"Ada banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kisah perjalanan  Mulyanto Utomo, bukan hanya saat berumrah atau berhaji saja, tetapi juga kehidupan mas Mulyanto secara umum,” ujar Ustadz Bambang Nugroho Putro “Semangatnya sangat luar biasa,” ujar Ustadz Bambang.

"Kebetulan saya sudah kenal dengan Mas Mulyanto dan istrinya mbak Andri ini sejak lama, jadi saya cukup tahu bahwa pasangan ini memang bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.” ujarnya "Saat di tanah suci pun demikian, mereka senantiasa saling menguatkan satu sama lain,” tuturnya.

Kisah romansa pasangan Mulyanto dan istri pun tak terlewati mewarnai pembahasan buku ini. Kesetiaan sang istri yang sangat luar biasa ketika harus mendampingi suami dalam suka maupun duka, dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja yang sedang berjuang untuk membangun sebuah keluarga.
Wajar bila akhirnya Mulyanto menulis tentang fakta bahwa di balik pria kuat ada wanita yang hebat dalam salah satu bab di bukunya.

"Saat menjalankan ibadah haji, saya benar-benar bersyukur dipertemukan dengan banyak orang baik,” ujar Mulyanto.

“Mereka yang banyak membantu saya, menggendong saya saat naik dan turun bus tipe high deck, dan bantuan-bantuan lainnya.” tutur Mulyanto.
” Saya ucapkan terima kasih untuk semuanya,” ujar Mulyanto. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI