Bukukan Keuntungan Rp 1 Miliar

SOLO, KRJOGJA.com – Perusahaan Daerah (Perusda) Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) pecah telor dengan bukukan keuntungan bersih hingga Rp 1 miliar pada tahun 2017 lalu atau naik hingga lima kali lipat dibanding tahun 2016. Bahkan keuntungan tempat wisata di tepi Bengawan Solo milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo itu, mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah TSTJ yang beroperasi sejak sekitar 40 tahun silam.

Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, menjawab wartawan, uasi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perusda TSTJ di Balaikota, Kamis (1/3/2018), mengungkapkan, keuntungan pada tahun-tahun mendatang, diproyeksikan akan menaik lagi. Pasalnya, sejak akhir Desember 2017 lalu, TSTJ dilengkapi wahana baru berupa taman pelangi, air mancur menari dan lain-lain yang beroperasi pada malam hari.

Lonjakan keuntungan tersebut, lebih dipengaruhi aspek promosi besar-besaran dengan sistem jemput bola ke sejumlah daerah di kawasan Jawa Tengah (Jatim) dan Jawa Timur (Jatim) sepanjang tahun 2016, selain pula pembenahan kandang, tata ruang, lingkungan TSTJ, peningkatan kemampuan sumber Daya Manusia (SDM), serta sistem manajemen keuangan. Bahkan untuk memacu kualitas SDM, manajemen TSTJ mengirim sejumlah keeper satwa  mengikuti pelatihan ke Singapura.

Sejauh ini, pembenahan kawasan TSTJ, terutama lingkungan kebun binatang belum maksimal, sebab baru sebatas perbaikan kandang meliputi dinding, lantai dan atap, sehingga belum menyentuh tataran ideal yang sesuai dengan habitat aslinya. "Perbaikan masih terus dilakukan hingga pada saatnya nanti satwa TSTJ berada pada lingkungan yang minimal mendekati habitat aslinya,' ujar Bimo sembari menyebut pada tahun 2018 ini telah dialokasikan anggaran perbaikan kandang senilai Rp 2 miliar.

Menjawab pertanyaan biaya operasional, Bimo menyebut, memang cukup tinggi sebab menyangkut konservasi satwa dan tetumbuhan. Sebagai gambaran dia menyebut, pada tahun 2017 lalu, biaya operasional mencapai 7 miliar, sebagian besar untuk pakan serta perawatan kesehatan hewan. Karenanya, beban biaya operasional yang sangat tinggi, mesti diimbangi dengan performa usaha, sehingga tak terjerumus dalam kerugian.

Di sisi lain, walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menambahkan, sebagai badan usaha milik daerah, TSTJ sebenarnya tidak terlalu dituntut untuk memberikan kontribusi berupa keuntungan, sebaliknya lebih mengendepankan pelayanan kepada masyarakat. Kalaupun kemudian TSTJ mampu memberikan keuntungan bersih hingga Rp 1 miliar, menurutnya, membyuka ruang baru bagi perbaikan TSTJ ke depan hingag menjadi wahana wisata dan hiburan menarik bagi masyarakat.(Hut)

 

 

BERITA REKOMENDASI