Bulan Bung Karno Diisi Pemberdayaan Masyarakat Desa

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRjogja.com – DPC PDIP Karanganyar mengonsep berbagai kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat desa dalam mengisi Bulan Bung Karno di bulan Juni 2021.

Ketua DPC PDIP Karanganyar Bagus Selo mengatakan agenda tahunan tersebut sedang berlangsung dengan berbagai kegiatan. Hanya saja, tak seperti tahun-tahun sebelumnya yang mengumpulkan massa.

“Mengingat masa pandemi harus menjaga betul prokes, maka hanya kegiatan inti yang menghadirkan para tokoh dan kader. Itu pun dibatasi pesertanya. Tema tahun ini adalah Bhineka Tunggal Ika, Kerja Gotong Royong Desa Maju Indonesia Kuat dan Berdaulat,” kata Bagus Selo, Jumat (11/6/2021).

Bagi PDIP, Bulan Bung Karno diperingati sesuai instruksi DPP. Menurut Bagus, peringatannya memberi arti penting meneruskan semangat Bung Karno dalam memperjuangkan Indonesia yang berdaulat. Hal itu hanya bisa terwujud melalui gotong royong. Jajaran pusat partainya menginstruksi penyelenggaraannya berbasis desa yang menopang negara ini. Di desa, lanjutnya, terdapat banyak potensi sosial perekonomian yang perlu disokong. Seperri UMKM pertanian, pariwisata hingga usaha kreatif.

“Seluruh jajaran sampai ke tingkat ranting harus ikut menyukseskan program di Bulan Bung Karno ini. Bulan ini sangat istimewa karena bulan dimana Bung Karno lahir dan tutup usia,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris DPC PDIP Karanganyar, Sri Hardjono mengatakan bulan Bung Karno diawali sarasehan kebangsaan dalam memperingati lahirnya Pancasila 1 Juni 1945. Sarasehan melibatkan struktural partai, kepala desa dan tokoh masyarakat.

“Sarasehan sudah terlaksana. Temanya membumikan Pancasila di setiap desa,” jelasnya.

Kemudian lomba vlog kaitan Bung Karno. Lomba ini bebas diikuti kaum milenial ber-KTP Karanganyar. Tak sekadar hadiah menarik yang disiapkan bagi pemenang, namun panitia menghendaki kaum milenial mengakrabi sejarang bangsa Indonesia.

“Selanjutnya baksos ke destinasi wisata di desa. Tujuannya menggerakkan UMKM di sektor kuliner dengan resep nusantara. Supaya makanan asli Indonesia, khususnya di Karanganyar, lebih dikenal dan pelaku UMKM merasakan dampak positif dari baksos ini,” kata pria yang akrab disapa Joned ini. (Lim)

BERITA REKOMENDASI