Buntut 1 Keluarga Positif Covid-19, Warga 2 Kecamatan di Sragen Diswab Massal

Editor: Agus Sigit

SRAGEN, KRJOGJA.com – Puluhan warga Desa Nganti, Kecamatan Gemolong dan Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, diswab massal, Selasa (25/1/2022). Swab PCR dilakukan menyusul temuan satu keluarga di Desa Nganti RT 1, yang positif terpapar Covid-19.
Puluhan warga itu diswab setelah terlacak kontak erat dengan 7 orang sekeluarga yang sebelumnya diketahui positif. Kades Nganti, Joko Warsito mengungkapkan, swab massal dilakukan oleh petugas dari dinas kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Dinkes Sragen dan Puskesmas setempat. Dari catatannya, untuk warga di RT 1 Desa Nganti, ada 42 warga yang diswab. Tidak hanya itu, swab juga dilakukan terhadap 25 warga Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, yang kebetulan bersebelahan dengan rumah keluarga yang positif.
Swab dilakukan setelah petugas melakukan tracing dan dipilih warga yang pernah kontak erat dengan keluarga positif yang diketahui menolak divaksin tersebut. “Tadi pagi swab massal di RT 1 dan di RT sebelah yang masuk Desa Karangtalun. Swab PCR dilakukan langsung petugas Dinas Kesehatan dan dari provinsi juga ada,” jelas Kades.
Menurut Joko, sekeluarga yang positif itu terdiri atas 7 orang yakni bapak ibu, anak dan menantu serta tiga cucu. Dari 7 orang itu, dua orang menjalani perawatan di salah satu RS di Gemolong. Sedangkan lima anggota keluarga lainnya diisolasi di Isoter Technopark Sragen.
Joko menjelaskan, kasus sekeluarga positif itu berawal ketika sang ibu, KH (55) dan anak menantunya, Y (30) mendadak mengalami sakit dengan gejala kepala pusing. “Ibu dan anak menantu itu kemudian periksa ke rumah sakit di Gemolong sekalian di-PCR. Ternyata hasilnya positif. Mereka saat ini masih dirawat di RS Gemolong. Nah kemudian dilakukan tracing, sekeluarga lainnya juga positif. Mereka kemudian diisolasi di Technopark,” paparnya.
Joko menambahkan, ibu dan menantu laki-lakinya yang positif saat ini masih menjalani perawatan intensif. Kondisinya berangsur membaik. Belum diketahui darimana virus Covid-19 itu menjangkiti keluarga tersebut. Sebab selama ini tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat perjalanan dari luar kota apalagi luar negeri. “Mereka yang bapak ibu hanya petani biasa dan tidak pernah kemana-mana. Kalau anak menantunya jualan nasi goreng di Kaliyoso Karanganyar,” tambahnya.
Terpisah, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan dari 7 orang sekeluarga yang positif di Desa Nganti Gemolong itu, nantinya akan dites WGS ke Jakarta untuk mengetahui apakah terpapar varian Omicron atau tidak. “Ditunggu saja hasilnya nanti bagaimana. Yang jelas warga yang kontak erat sudah diswab,” ujarnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI