Bupati Bakal Kumpulkan Para Camat di Wonogiri

Editor: Ivan Aditya

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyatakan pihaknya akan memangil 25 camat di kabupaten itu guna dimintai masukan terkait melonjaknya kasus positif Covid-19 di Wonogiri.

“Ya kita rencanakan besuk pagi (Selasa,15/06/2021) para camat dan pihak terkait akan kita kumpulkan agar memberi masukan,” ungkap Bupati saat ditemui wartawan di gedung DPRD Wonogiri, Senin (14/06/2021).

Disebutkan, dalam tiga hari terakhir kasus korona di Wonogiri relatif stabil. Tidak ada lonjakan signifikan bahkan sample swab yang belum keluar hanya tinggal dua saja. Sehingga, kata bupati, Wonogiri tidak lagi di zona merah namun sudah turun menjadi oranye.

Untuk mengantisipasi naiknya kasus positif Covid-19, Bupati Wonogiri mengisyaratkan penutupan kembali tempat-tempat wisata baik yang dikelola Pemkab maupun mikik swasta atau pihak ketiga serta larangan menggelar hajatan di seluruh desa/kecamatan. “Karena dua hal ini (hajatan maupun objek wisata) rentan memicu warga yang terpapar Covid,” tutur.

Meski begitu, lanjut pria yang akrab disapa Jekek ini, kami selaku ketua Satgas Covid 19 Kabupaten akan minta masukan dan pendapat para camat dulu. “Tujuannya ketika bupati mengeluarkan kebijakan baik penutupan tempat rekreasi ataupun larangan hajatan itu atas dasar keputusan bersama baik pemkab, camat hingga kepala desa/kelurahan,” terang dia.

Jekek akan membatasi orang hajatan dengan skala terbatas. Semisal menikahkan anak yang boleh hanya saat prosesi ijab saja, tidak usah ada resepsi yang mengundang tamu dalam jumlah banyak. Soalnya, tamu yang banyak apalagi berombongan sangat bahaya menimbulkan kerumunan.

“Biasanya, untuk mempersiapkan resepsi besar-besaran akan berlangsung berhari-hari sebelumnya sudah sibuk ‘rewang’. Orang yang kurang tidur juga bisa menurunkan imun tubuh sehingga gampang sakit,” paparnya. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI