Bupati Jekek Ancam Tarik Alsintan Petani ‘Nakal’

Editor: KRjogja/Gus

WONOGIRI (KRjogja.com) – Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyatakan pihaknya siap menarik atau meminta kembali Alsintan (alat mesin pertanian) bantuan pemerintah jika terbukti ada kelompok tani (Klomtan) atau Gapoktan penerima bantuan yang  nakal.

"Misalnya tidak merawat dengan baik ataupun memungut  tarif sewa lebih tinggi dari tarif pihak ketiga atau swasta," tandas Bupati Joko kepada wartawan usai memimpin  panen raya padi di Mojopuro Kecamatan Wuryantoro, Rabu (7/3).

Dengan didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri Ir Safuan, bupati melakukan ubinan padi unggul varitas Cieherang. Dari lahan seluas hampir 400 hektare yang dikelola para anggota Gapoktan 'Rahayu Widodo' Mojopuro diperoleh hasil panen rata-rata 10 kuintal perhektare.

"Produksi musim tanam (MT) l ini relatif bagus karena aman dari serangan hama, jika sawah di daerah lain bisa seperti ini dipastikan angka surplus padi Kabupaten Wonogiri akan lebih banyak ketimbang tahun-tahun lalu," kata dia sembari mengakui budidaya padi Cieherang yang cukup berhasil ini berkat kerjasama dengan salah satu produsen pupuk melalui pola Demplot (demontrasi plot).

Lebih lanjut dikatakan Bupati Wonogiri, dari sekitar 420 Klomtan yang ada di kabupaten ini sebagian besar sudah menerima bantuan Alsintan baik dari APBN maupun APBD Wonogiri. Tujuan pemberian bantuan total senilai Rp 5-6 miliar untuk menekan kost kalangan petani dalam mengolah lahan pertanian.

"Tapi kalau sudah dibantu traktor, tleaser maupun Alsintan lainnya kok petani masih mengeluhkan sewanya lebih mahal dari tarif sewa kepada swasta atau pihak ketiga, bantuan itu akan saya tarik saja," ujar Bupati Wonogiri.

Joko Sutopo yang akrab disapa Mas Jekek ini mengaku  ancaman penarikan alsintan bantuan pemerintah dari tangan petani semata agar bantuan miliaran rupiah tersebut tepat guna dan tepat manfaat. Diisyaratkan, di kantong Jekek sudah ada beberapa nama Klomtan maupun Gapoktan nakal yang tidak bisa memanfaatkan Alsintan untuk kepentingan atau kesejahteraan petaninya. (Dsh)

 

BERITA REKOMENDASI