Bupati Sebut CSR Aquafarm Tidak Jelas

Editor: KRjogja/Gus

WONOGIRI (KRjogja.com) – Bupati Wonogiri Joko Sutopo 'menyentil' keberadaan PT Aquafarm. Menurut orang nomor satu di Pemkab Wonogiri ini kemitraan, pemberdayaan serta CSR yang dilakukan perusahaan modal asing (PMA) yang bergerak di bidang ekspor ikan nila ke sejumlah negara itu tidak jelas bahkan boleh dikata hanya 'bohong-bohongan'.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara bupati dengan sekitar 100 nelayan WGM dan pimpinan PT Aquafarm di pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (18/4). Diakui bupati, pihaknya memang secara mendadak mengundang PT Aquafarm dengan kalangan warga nelayan sekitar lantaran ada beda silang penyaluran CSR perusahaan asing itu. Dengan menunjukkan bukti laporan dari pimpinan PT Aquafarm dana CSR sekitar Rp 660-800 juta pertahun.

"Tapi anehnya dana CSR mengapa tidak dinikmati warga sekitar, lalu disalurkan kemana saya ingin tahu saja," kata Bupati Wonogiri dengan nada tinggi. Soalnya, kata Joko, ini (PT Aquafarm) sebagai PMA 'mosok' CSRnya hanya seperti bakul tempe.

Keluhan terhadap direksi PT Aquafarm Wonogiri yang juga memiliki cabang di Waduk Kedungombo, Waduk Wadaslintang serta Dana Toba Sumut itu tidak hanya disampaikan bupati namun juga dikemukakan Kepala Dinas Perijinan Satu Atap Pemkab setempat Drs Eko Subagyo MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dra Toetiek Indarti MM, Kades Gumiwanglor Kecamatan Wuryantoro serta sejumlah kelompok tani nelayan Waduk Gajahmungkur (WGM) Wonogiri yang merasa diperalat PT Aquafarm yang memiliki 240 unit jala karamba apung (JKA) di perairan WGM.

 Disebutkan Eko Subagyo maupun Toetiek pihak PT Aquafarm tidak memiliki perijinan lingkungan yang jelas. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI