Bupati Sragen Dinilai Berhasil Hapus Stigma Negatif Gunung Kemukus

Editor: Ary B Prass

SRAGEN, KRJOGJA.com – Obyek wisata religi Gunung Kemukus di Sumberlawang Sragen terus dipercantik. Wisata yang dulu dikenal dengan kawasan esek-esek mendadak bertransformasi menjadi ikon wisata baru di Sragen setelah dipermak dengan anggaran puluhan miliar rupiah.
Kawasan dengan obyek utama Makam Pangeran Samudera ini pernah menjadi sorotan dunia ketika ditulis salah satu media internasional dengan sebutan Sex Mountain 2014 silam. Sebutan yang bikin gempar itu tak lepas dari mitos yang berkembang soal kewajiban melakoni ritual seks untuk pelengkap permohonan bagi peziarah.
Namun kini, wajah Gunung Kemukus yang dulu kerap diidentikan dengan wisata ritual esek-esek sudah berubah wajah. Upaya keras Pemkab Sragen menghapus stigma negatif dengan merombak total perwajahan Gunung Kemukus mulai terlihat. Perombakan bangunan dengan desain baru untuk wisata religi dan keluarga, kini telah mengubah wajah Kemukus menjadi New Kemukus nan menawan.
Setelah selesai direnovasi, wajah kumuh khas kompleks esek-esek berubah menjadi jauh berbeda. Pemandangan asri dan keindahan panorama membuat New Kemukus mulai ramai dipadati pengunjung. Tak hanya lokal Sragen, sejumlah pengunjung dari luar kota mulai tertarik dan penasaran dengan wajah baru Gunung Kemukus.
Apresiasi atas pembangunan Kemukus datang dari Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto. Dia berpendapat, keberhasilan dua periode kepemimpinan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati salahsatunya terlihat di bidang pariwisata. Yuni dinilai berhasil merubah wajah tiga ikon pariwisata Sragen, yakni Kemukis, Sangiran, dan pemandian air panas Bayanan.
“Terutama Kemukus, saya yakin ke depan akan menjadi ikon baru wisata Sragen. Apalagi selama ini dikenal dengan stigma negatif, dan berhasil dirubah menjadi wisata keluarga,” ujarnya, Jumat (31/12/2021).
Menurut Sugiyamto, wajah The New Kemukus banyak berubah dan bikin takjub. Ia mengaku bangga akan kekayaan alam dan pemandangan alam di Kemukus yang kini banyak berubah.
“Kemukus yang dulu melekat dengan stigma negatif, ternyata sekarang sudah sangat bagus ditata dengan rapi dan cantik. Sekarang ada satu tempat yang membanggakan dan lebih bagus dari wisata Sragen lainnya,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI