Bupati Tutup Terminal Bayangan Kantor Agraria

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Bus AKAP dan Angkudes yang selama ini  mangkal di selatan kantor ATR/BPN Wonogiri disiapkan shelter yang memanfaatkan lokasi bekas pabrik jamu PT Air Mancur di Giripurwo Wonogiri. Sedangkan, pembangunan shelter permanen masih menunggu anggaran perubahan (APBD P) 2018.

"Saya harap Senin (15/1) mendatang semua armada bus dan angkudes bertahun-tahun mangkal di terminal bayangan Agraria (ATR/BPN Wonogiri) sudah dapat masuk shelter darurat," tandas Bupati Wonogiri Joko Sutopo saat ditemui wartawan, Rabu (10/01/2017).

Dia mengatakan, tahap pertama pembangunan shelter bus dan angkudes Wonogiri adalah persiapan lahan. Dinas Perhubungan setempat melah melakulan perataan sekaligus pengerasan area shelter. Bahkan,pekan ini Dinas Perhubungan pun telah melakukan sosialiasi akan kebijakan baru tersebut. 

"Sehingga dengan adanya pergeseran tata kota ini dapat dipahami masyarakat.Memang kondisi ini sudah puluhan tahun terjadi sehingga untuk perubahan tidak mudah perlu pendekatan humanis," kata bupati.

Bupati Wonogiri belum berani bicara panjang lebar karena pembangunan selter belum masuk dalam dianggarkan. Nsamun, ingin pembangunan selter tersebut dapat terealisasi tahun ini.

"Untuk anggaran kita  belum berani  menggangarkan karena  dulu ada kendala disaat pembelian  obyek shelter darurat ini.Yang jelas lahan terbuka dulu,lalu kita dorong dan dipersiapkan rancangan (RAB), kemudian di anggaran perubahan pembangunan selter ini bisa terealisasi," kata dia di sela-sela upacara HUT Ke-45 PDIP di kantor DPC Bulusulur.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri Drs Ismiyanto MH, yang ditemui KR tengah melakukan sidak proyek pembangunan shelter bus dan angkudes, Rabu (10/1), menuturkan pihaknya sudah mengajukan draf gambar shelter kepada Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Ada empat gambar situasi yang siap disodorkan kepada bupatinya. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI