Buruh Tewas Tergulung Adukan Semen, Satwasker Lakukan Pemeriksaan

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Tim Satuan Pengawas Ketenagakerjaan (Satwasker) Provinsi Jawa Tengah akhirnya terjun mengecek pabrik herbel PT Superios Prima Sukses atau Blesscon di Desa Toyogo Kecamatan Sambungmacan Sragen. Mereka datang untuk mengusut kasus kematian salah satu karyawan, Erwin Rizky Surya Darma (26) yang ditemukan tewas tergiling mesin adukan semen.

Tim Satwasker Provinsi terjun melakukan pengecekan bersama tim dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sragen. “Tim Satwasker Provinsi sudah ke lokasi untuk melakukan pengecekan bersama tim Disnaker Sragen. Tim mengecek kronologi kejadian dan kemudian meninjau aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di pabrik,” ujar Kepala Disnaker Sragen, Yulianto Senin (17/01/2022).

Yulianto mengatakan, hasil pengecekan nantinya akan dikirimkan ke Disnaker Provinsi Jateng dan Kabupaten Sragen. Soal temuan di lapangan termasuk kemungkinan pemicu kejadian, ia mengaku belum bisa menyampaikan. Hasil tinjauan dan temuan baru bisa diketahui setelah Satwasker menerbitkan laporan resminya.

“Kami menunggu laporan dari Satwasker. Nanti biasanya ada laporan resmi ke Disnaker Provinsi dan ke kabupaten juga. Bagaimana hasilnya dan kesimpulannya,” jelasnya.

Ihwal SOP dan standar K3 di pabrik itu, Yulianto mengaku juga belum bisa berkomentar. Namun ia memastikan jika nantinya hasil pengecekan menyimpulkan ada aspek yang dilanggar, maka sanksi akan diberikan. “Biasanya ada tahapan teguran, peringatan 1, 2 dan seterusnya,” terangnya.

Disinggung soal santunan untuk ahli waris korban, Yulianto menyebut sudah ada beberapa santunan yang diberikan. Di antaranya dari pihak pabrik sekitar Rp 40 sampai 50 juta. Kemudian dari BPJS dan dari pihak penyedia outsorcing. “Karena korban ini bekerja sebagai karyawan outsorcing,” imbuhnya.

Sebelumnya, DPRD juga menyoroti standar keselamatan bagi pekerja di lingkungan pabrik herbel terbesar di Sragen itu. Kasus kematian buruh ini diminta diusut tuntas.

“Kami minta kasus ini jangan dibiarkan. Harus diusut tuntas, mengapa bisa pekerja masuk ke mesin, apakah tidak ada pembatas atau pengamannya. Lalu bagaimana pula standar keamanan dan keselamatan pekerjanya kok bisa begitu. Kami melihat ada yang tidak beres dengan standar keselamatannya,” papar Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto.

Legislator asal PDIP itu memandang, kasus tewasnya buruh kontrak dengan kondisi tergiling mesin itu juga sangat disesalkan. Sebab pabrik tersebut notabene adalah pabrik dengan kapasitas produksi sangat besar, mestinya harus didukung SOP keselamatan yang memadai.

“Kami akan panggil pihak pabrik. Kalau memang itu faktor kecerobohan akibat standar keselamatan yang tidak memadai, biar ada sanksi tegas. Jangan sampai terulang lagi karena ini menyangkut nyawa pekerja,” tegasnya.

Pernyataan itu dilontarkan menyusul insiden tewasnya buruh kontrak asal Perum Gunungsari 3 RT 04/24, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Erwin Rizky Surya (26) beberapa waktu lalu. Erwin harus menerima nasib tragis setelah tewas mengenaskan dalam sumur penampungan sisa semen di pabrik itu. Korban tergiling di dalam sumur penampungan dan kemudian ikut teraduk-aduk di dalamnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI